Duet Widi Widiana-Sri Dianawati Kembali Lagi

Widi Widiana dan Sri Dianawati

MENYEBUT masa keemasan lagu pop Bali di tahun 90-an hingga awal 2000-an, tak bisa dilepaskan dari duet ternama Widi Widiana dan Sri Dianawati. Kolaborasi kakak beradik ini sempat melahirkan sejumlah hits dan penampilan mereka selalu ditunggu-tunggu. Sudah cukup lama tidak rekaman bersama, Widi dan Sri akhirnya kembali dengan satu lagu baru “Astungkara Sami Bagia”.

Dibandingkan dengan Widi Widiana yang masih aktif dalam satu dekade terakhir, Sri Dianawati memang lama vakum dari dunia rekaman. Ia baru mulai kembali ke studio rekaman akhir 2019, dengan merilis ulang lagu “Nyesel” bersama Dek Ulik. Sebagaimana janjinya, ia pun merekam satu lagu bersama sang kakak, Widi Widiana.

“Senang banget bisa kembali duet sama kakak sendiri, setelah sekian lama vakum. Apalagi ini yang memang ditunggu-tunggu penggemar lagu pop Bali,” ujar Sri Dianawati saat dihubungi mybalimusic.com, Kamis (13/2).

Hal serupa juga dirasakan Widi Widiana, karena duet bersama sang adik bisa terwujud lagi. Walau lama tidak menyanyi bersama, ia mengaku taka da rasa canggung atau kaku. “Mungkin sudah biasa duet bareng adik sejak awal karier saya dulu ya,” kata Widi.

Sedikit berbeda dengan Sri Dinawati yang meskipun mengatakan tak ada rasa canggung, ia merasa sedikit lucu, kesannya seperti baru pertama kali duet rasanya. “Ya tapi kami berdua tetap profesional dalam penggarapan lagu seperti yang sudah lewat-lewat. Malah sekarang kami lebih teliti lagi dalam pemilihan lagu dan menjaga kualitas vokal agar selalu terdengar enak di telinga penggemar,” paparnya.

“Betul sekali. Kalau kami cukup lama vakum rekaman duet, karena untuk memilih lagu tidak gampang juga. Bagaimanapun perlu diseleksi dengan baik, apalagi sekarang pendatang baru banyak bermunculan dan bagus-bagus. Kalau karya kami lama keluarnya, karena kami tetap ingin mencari hasil yang maksimal,” tambah Widi Widiana.

Lagu “Astungkara Sami Bagia” yang dinyanyikan Widi Widiana dan Sri Dianawati merupakan karya cipta Dek Dharma, dan penggarapan musiknya dipercayakan kepada Dek Artha. Lagu ini menceritakan tentang bagaimana kita memaknai arti cinta yamg sesungguhnya. Belajar menerima dengan ikhlas bila cinta belum berpihak pada kita, atau dengan kata lain jika belum bisa berjodoh dengan orang yang kita cintai.

“Yakin jika suatu hari nanti akan datang cinta yang kita inginkan, dan saat itulah kita harus menghargai ketulusan orang yang mencintai kita. Bagaimana menghargainya dengan menerima segala kekurangan yang ada. Jangan sampai menyesal nantinya ketika orang yang tulus mencintai malah kita sia-siakan hingga dia pergi meninggalkan kita,” demikian Widi Widiana menjelaskan makna lagu “Astungkara Sami Bagia”. (231)

About the author