Matanai Suarakan Kebersamaan di Album ke-2

Matanai Band

MATANAI merilis album baru yang diberi judul “Saling Gisi”. Di album ke-2, grup band reggae ini mencoba menyerukan semangat kebersamaan, perlunya persatuan dalam keberagaman, semua bergandengan tangan, saling gisi untuk menuju kebaikan semua. Satu acara peluncuran akan digelar di pantai Muara, Tangtu, Denpasar Timur, bertepatan hari Valentine 14 Februari ini.

“Kami sengaja memilih lagu Saling Gisi sebagai judul album, juga pemilihan sampul album yang secara simbolis bermakna persatuan, melihat kondisi bangsa kita yang belakangan ini menghadapi konflik berbau SARA, juga konflik politik yang mengancam persatuan bangsa. Kita memiliki keterikatan, kebersamaan, kita tidak bisa hidup sendiri,” jelas Parat, bassist Matanai, saat temu wartawan di Batuan, Sukawati, Rabu (12/2).

Dijelaskan, album “Saling Gisi” dalam bentuk fisik dibuat dalam jumlah sangat terbatas. Selebihnya mereka akan lebih banyak mempromosikan lagu melalui media sosial maupun platform digital. Album baru ini memuat 9 lagu, di mana 5 lagu berbahasa Indonesia dan 4 lagu berbahasa Bali. Selain “Saling Gisi” yang menjadi judul album, juga ada “Lagu Santai”, “Mentari di Nusa Penida”, “Srombotan Klungkung”, “Bintang di Langit”, “Be Bebek Be Guling”, “Uling Joh”, “Hingga Akhir Cerita”, termasuk bonus track “Metajen”, single Matanai yang dirilis pertengahan 2018 dan paling sukses dengan mencapai lebih dari 6,7 juta viewer di Youtube hingga saat ini.

Tut Tangtu, sang vokalis menjelaskan, meskipun memainkan musik reggae, namun Matanai sangat terbuka dengan berbagai unsur atau pengaruh musik lain. Bahkan di album “Saling Gisi”, mereka juga memadupadankan unsur musik tradisional seperti gamelan Bali. “Kami tidak memainkan pure reggae, jadi boleh dibilang reggae alternative. Ini juga mengingat latar belakang personel Matanai dari beragam jenis musik,” jelasnya.

Matanai dibentuk 2012 dengan personel Tut Tantu (vokal), Kadir (gitar), Herman (gitar), Parat (bass), Agus Tyson (drum), dan Lelut (keyboard). Tahun 2014 grup ini merilis album pertama “Rencana Tuhan”. Selepas itu mereka hanya merilis dua single, termasuk “Metajen”, Barulah di tahun 2020 ini, Matanai mengeluarkan album baru.

Soal jarak yang cukup lama dari album pertama, menurut Tyson, karena meskipun sama-sama komitmen dalam bermusik, namun masing-masing personel punya kesibukan kerja masing-masing. Sehingga mereka tak memasang target dalam berkarya. Bilamana ide muncul, ada kesempatan untuk berkumpul, barulah proses penciptaan lagu terjadi. Tak heran karenanya, proses penggarapan album “Saling Gisi” yang sudah dimulai pertengahan tahun lalu, baru bisa dituntaskan awal tahun ini. (231)

Matanai Band

About the author