Baru Muncul, BLTZ Lepas “Bangkung Sexy”

Bolo & The Stroomz, dari kiri ke kanan: Alit, Apri, Yoga, dan Bolo

APA jadinya bila dua musisi di kancah musik pop Bali yang dikenal dengan aliran bermusik berbeda, tiba-tiba memutuskan untuk berkolaborasi? Kreativitas memang tak mengenal batas, apalagi untuk keinginan menghasilkan sesuatu yang baru. Inilah yang ingin ditunjukkan BLTZ, Bolo & The Stroomz, yang baru saja ngelebang (melepas) “Bangkung Sexy”.

Sebelumnya, Bolo dikenal sebagai salah satu pentolan grup Leeyonk Sinatra (LS). Sedangkan The Stroomz adalah side project band berbahasa Bali dari sejumlah musisi indie di antaranya Apri “The Rollic”.

Kepada wartawan saat peluncuran lagu sekaligus video klip “Bangkung Sexy” di studio Batu 8 di Batubulan, Sabtu (8/2), Bolo langsung menegaskan tak ada masalah dengan LS hingga ia memutuskan mencoba membuat garapan lain. Dengan kata lain, LS tetap jalan seperti biasa di jalurnya, dan personel lain jug tak mempermasalahkan BLTZ karena memang berbeda genre musik.

Diakui, project BLTZ bermula dari kejenuhannya selama 6 tahun bermain akustik bersama LS. Di sisi lain ia memiliki sejumlah lagu yang mulai diciptakan sejak 2003, namun tak tersalurkan di LS karena beda jalur.

“Saya takut rasa jenuh ini membunuh kreativitas saya sebagai penulis lagu, hingga akhirnya saya memutuskan membuat project yang bisa menampilkan ‘sisi liar’ saya bersama The Stroomz. Ketika bertemu dengan Apri dan kawan-kawan, saya merasa mereka pas banget untuk diajak mewujudkan ide ini,” jelas Bolo.

Dalam waktu singkat, proses rekaman dimulai. Lagu “Bangkung Sexy” dijadikan sebagai perkenalan BLTZ yang didukung formasi Bolo (vokal, rapper, lead gitar), Apri (bass, vokal), Yoga (gitar, vokal), Alit (drummer). Pembuatan video klip bekerjasama dengan Primetime Studio juga berlangsung cepat.

Lagu “Bangkung Sexy” mengisahkan tentang seorang remaja yang tertarik, suka dengan pedagang nasi jinggo cantik tempat di mana ia bersama teman-teman sering nongkrong. Sayang, cintanya bertepuk sebelah tangan. Kecewa, kesal, si remaja melihat pedagang nasi jinggo yang mulanya cantik, terkesan sebaliknya, hingga muncul istilah bagaikan bangkung sexy.

Jika ada yang beranggapan kreativitas ini hanya iseng saja, muncul sekali dua kali, baik Bolo maupu Apri tegas membantahnya.

“Kami sepakat untuk serius melanjutkan BLTZ, tak sebatas menghasilkan single saja, tapi kami akan menggarap satu album penuh. Apalagi sudah ada belasan lagu dengan genre punk rock berbahasa Bali yang siap direkam,” ujar Bolo.

Ditambahkan, kolaborasi dengan The Stroomz tak ubahnya reinkarnasi dari band yang pernah ia bentuk di 2003, Leeyonk Ajak 3. Di BLTZ, musik yang dimainkan di luar musik dari band masing-masing personel. Jadi musiknya bukan seperti The Stroomz, juga bukan Leeyonk Sinatra. Persilangan ini melahirkan nuansa baru yang diharapkan bisa memberi warna baru di belantika musik Bali.

Project ini bukan pelarian atau meninggalkan band yang membesarkan saya sebelumnya. Ini murni project idealis di luar project komersil kami masing-masing. Jika pasar tak menerima kami, tantangannya kami harus membuat pasar itu sendiri,” tandas Bolo. (231)

Bolo & The Stroomz

About the author