Kebut Album Perdana untuk Awal 2020

Debby & Tropical Breeze

GRUP band reggae Debby &Tropical Breeze sedang bersemangat untuk menghasilkan karya sendiri. Bahkan saat ini mereka tengah kebut proses penggarapan album perdana yang direncanakan rilis awal 2020.

“Proses rekaman sudah berjalan, sekarang kami masih merevisi beberapa bagian pada sejumlah lagu,” ujar Dek Ebbie kepada mybalimusic.com.

Dijelaskan, album perdana Debby & Tropical Breeze akan memuat 8 lagu karya orisinil band ini. Selain memainkan lagu berbahasa Indonesia dan Inggris, tentu saja mereka juga membawakan lagu reggae berbahasa Bali. Malah dua video klip untuk lagu andalan mereka, “Lagu Jomblo” dan “Pidan Saja” sudah selesai digarap.

Debby & Tropical Breeze yang terbentuk 21 Agustus 2016 didukung personel Dex Ebbie (vokal, gitar melodi), Ena (drum), Deddy (bass), Odon (gitar ritem), Vicky (keyboard), dan Putu Jayak (perkusi). Band asal Amed, Karangasem ini awalnya hanyalah band yang memainkan lagu-lagu Top 40 dan kerap mengisi live music di kawasan Amed dan daerah lainnya di Karangasem. Melihat perkembangan musik dan peluang untuk berkarya, mereka mulai merencanakan rekaman sendiri.

Jika kemudian band asli Karangasem ini tertarik untuk membuat lagu sendiri, berawal dari kekaguman mereeka akan band reggae seperti Joni agung & double T, Steven & Coconut Trees, yang Mereka bisa membuat lagu dengan musik yang asyik dan lirik yang mudah dicerna.

“Kami ingin berkarya karena terinspirasi Joni Agung & Double T. Mereka dulunya juga pemain cafe. Lama malang melintang di hiburan malam di bar membuat kami tertarik untuk membuat karya sendiri dan sepakat tetap bermain reggae,” jelas Dek Ebbie.

Dari rencana launching album rekaman perdana, Dek Ebbie mengaku target pertama adalah mencari peruntungan di ajang musik lokal, siapa tahu karya mereka bisa diterima di kalangan penggemar musik di Bali. Selain itu bagaimana lewat lagu, Debby & Tropical Breeze berusaha membangun jaringan, karena paham masih harus banyak berbuat karena baru mengawali berkarier di dunia musik di Bali. (231)

About the author