Rilis Ulang “Percaya Tresna”

Wegix Oggiest dalam video klip lagu “Percaya Tresna”

SOLOIS Wegix Oggiest melanjutkan kiprahnya di belantika musik pop Bali dengan meluncurkan rekaman baru. Kali ini, ia merilis ulang lagu lama berjudul “Percaya Tresna”, yang beberapa tahun lalu pernah dibawakan oleh grup band asal Tabanan, V Band. Kebetulan band tersebut sudah cukup lama vakum, Wegix berinisiatif merilis ulang salah satu karya mereka, dengan sedikit mengubah dan menambahkan beberapa bagian lirik lagunya.

Di rekaman terbarunya ini, Wegix duet bersama Bungasari, vokalis band Feeling Good. “Bisa dikatakan ini sebagai kelanjutan dari single pertama saya Tresna Sentana. Kalau di lagu pertama kisahnya hubungan yang terpisah karena orangtua, di lagu kedua ini pasangan tersebut berada di dalam posisi yang begitu rindu tapi susah untuk bertemu. Jadi rumit juga bagaimana caranya agar tetap bisa bersama, tak ada kata berpisah,” jelasnya.

Secara tak langsung, Wegix ingin menyiratkan kesan optimisme kala saja masih ada jalan untuk meneruskan hubungan yang sempat terputus. Kalaulah penyanyi kelahiran Mengwi, 2 Maret 1998 Ini mengangkat kisah cinta berlatar belakang kehendak orangtua ke dalam lagu, menurutnya karena banyak sekali yang merasa kehilangan pasangan hanya karena orang tua si wanita mencari sentana. Walau sesungguhnya masih ada solusi yang sama-sama menguntungkan sebagai jalan keluar masalah ini.

“Pesan saya dari lagu Percaya Tresna, percayalah dengan cinta. Karena pada akhirnya cinta sejati akan selalu menuntun untuk menuju jalan terbaik,” tandasnya.

Musisi bernama lengkap I Gede Weggie Tanaya ini mulai tertarik dengan musik sejak kecil. Bahkan ia membuat satu project band bersama teman-temannya dan diberi nama Oggiest. Nama ini diambil dari nama panggilannya, Ogik. Semasa remaja, Wegix cukup sering mengikuti festival musik antarsekolah, hingga ambil bagian di sejumlah acara besar. Wegix sempat meraih gelar the best guitarist dan grup bandnya meraih juara III. Bersama Oggiest, ia juga sempat merilis single “Pejalan Hidup” di tahun 2016. (231)

About the author