Drafity Serukan “Bhinneka Tunggal Ika”

Draifty Band

SELEPAS rilis beberapa lagu berbahasa Bali, grup band Drafity mencoba tampil dengan lagu berbahasa Indonesia. Satu lagu berjudul “Bhinneka Tunggal Ika” mulai diperkenalkan ke publik dengan format video text di kanal Youtube.

“Lagu ini tercipta dilatarbelakangi keresahan hati melihat gejolak sosial di dalam negeri,

menurunnya rasa toleransi dan kesadaran akan pentingnya Pancasila. Kita dipaksa berperang melawan saudara sendiri, seakan lupa bahwa kita ini Bhinneka Tunggal Ika,” jelas Dfat, drummer Drafity kepada mybalimusic.com.

Lewat lagu ini, Drafity ingin mengajak semua masyarakat untuk tetap menjaga semangat persatuan dan kesatuan. Meskipun dalam keseharian ada begitu banyak perbedaan dari suku, agama, bahasa, pun perbedaan lain, namun semuanya adalah bagian dari satu kesatuan, NKRI. Intinya, meskipun berbeda-beda, kita adalah satu kesatuan.

Setelah merilis video text “Bhinneka Tunggal Ika”, Drafity langsung mengambil ancang-ancang untuk merampungkan album penuh. Rencananya album ini akan memuat 10 lagu, termasuk satu lagu berbahasa Indonesia, “Bhinneka Tunggal Ika”.

“Tinggal dua lagu yang belum rampung, semoga dalam dua atau tiga bulan ke depan bisa kelar semua, dan album Drafity bisa dirilis,” tandas Dfat.

Saat ini Drafity didukung formasi Eva (vokal), Aput (gitar), Ryo (bass), Dfat (drum), dan Aditya (keyboard). Nama grup ini mulai muncul 2017 ketika merilis lagu “Tresna sing Pantes” (2017). Setahun berikutnya, mereka muncul dengan vokalis baru, Eva,  dan merilis lagu “Sing Sakit” (Mei 2018), disusul “Posesif” (Desember 2018). Bergabungnya Eva dengan Drafity bermula dari additional untuk beberapa pementasan. Sering tampil bersama, sering ngobrol dan berbagi pikiran, seolah tercipta chemistry, akhirnya Eva digaet untuk menjadi vokalis tetap. Nama band pun ditetapkan menjadi Drafity, karena sudah menjadi konsep karya final band mereka. (231)

About the author