Lewat Lagu, Ajarkan Moral kepada Anak-anak

APBD 2019, dari kiri ke kanan: Gung Mas Pemayun, Purnalaksmi, Surya Gori, Kesawa, Luna Archa, dan Mirah Dhivya

SETELAH memperkenalkan sejumlah penyanyi anak-anak yang tergabung dalam Alit Pewaris Bali Dwipa (APBD) setahun silam, Gussaka Pro kembali menampilkan bakat-bakat baru lagi melalui APBD 2019. Seperti karya sebelumnya, rekaman dirilis dalam format video klip dan diproduksi dalam cakram DVD secara terbatas.

“Acara peluncuran akan diselenggarakan 10 November mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Momen peluncuran kami isi dengan lomba mennyanyikan lagu-lagu di album APBD 2019, terbuka untuk kategori TK, SD, SMP, serta SMA-umum,” jelas IB Surya Kastawa alias Gus Saka, produser APBD 2019, saat temu wartawan di Dalung, Kamis (24/10).

Jika di album APBD merangkum empat penyanyi, maka di album APBD 2019 bertambah menjadi enam penyanyi. Selain masing-masing menyanyikan satu lagu, mereka juga menyanyikan theme song APBD bersama-sama. Menariknya, umur penyanyi anak-anak yang terlibat juga beragam, mulai dari yang termuda 7 tahun dan paling dewasa 16 tahun.

Bisa dikatakan seluruh penyanyi yang terlibat sudah tak perlu diragukan lagi kemampuannya dalam menyanyi, karena mereka sudah cukup sering berlaga di ajang lomba. Penyanyi yang mengisi rekaman APBD 2019, Mirah Dhivya (7 tahun) dengan lagu “Swadharmaning I Bapa”, Luna Archa (10 tahun) lagu “Angayubagia”, Purnalaksmi (10 tahun) lagu “Ijek Masekolah”, Gung Mas Pemayun (12 tahun) lagu “Bhakti ring Guru”, Surya Gory (16) lagu Ajahan Dharma”, dan Kesawa (11 tahun) lagu “Topeng Sidakarya).

Keseluruhan lagu yang diciptakan Gus Saka, proses rekaman dan tata musiknya ditangani Dek Artha dan Putu Lukita. Sedangkan proses pembuatan video klip dikerjakan Mudaha Trisan, dan koreografi oleh Bella Delvia.

Menurut dr. Tangkas mewakili orangtua para penyanyi, dukungan penuh dari keluarga karena mereka melihat ini kesempatan yang baik untuk memberi peluang bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat di bidang tarik suara. Persoalan ke depannya kelak apakah mereka akan mengembangkan kemampuan menyanyi sebagai profesi, biarlah berjalan apa adanya tanpa paksaan atau rekayasa.

“Kami tetap memberi peluang anak-anak untuk berkembang. Kewajiban kami sebagai orangtua , mendukung dan membuka kesempatan untuk mereka berkembang,” ujar dr. Tangkas, ayah dari penyanyi Kesawa.

Sesuai namanya, Alit Pewaris Bali Dwipa, lewat lagu anak-anak sebagai “pewaris” Bali ke depan diperkenalkan dengan  seni budaya, kekayaan alam serta potensi daerah Bali. Lewat lagu pula disampaikan pesan moral, etika dan prilaku yang baik, atau tata sesana anak-anak. (231)

APBD 2019, dari kiri ke kanan: Purnalaksmi, Surya Gori, Kesawa, Gung Mas Pemayun, , Luna Archa, dan Mirah Dhivya

About the author