Mahalini, dari Medsos Hingga Indonesian Idol

Mahalini

PEMUNCULAN Mahalini di panggung Indonesian Idol tak hanya mencuri perhatian juri, namun juga publik di Bali. Ya, karena Mahalini menjadi kontestan asal Bali yang saat ini mengikuti tahap karantina sebelum berlaga untuk melaju ke babak 12 besar. Walau untuk melewati semua tahapan apalagi menjadi pemenang tidaklah mudah, namun Mahalini tetap optimis dan semangat mengikuti kompetisi.

Soal kemampuan dalam berolah vokal, Mahalini bukanlah anak baru kemarin. Sedari kanak-kanak ia sudah suka menyanyi. Hingga remaja, ia kerap mengikuti berbagai kompetisi. Sosok dan kemampuannya menyanyi makin banyak dikenal publik manakala ia kerap menyanyikan lagu milik penyanyi lain atau biasa disebut cover song, dan diunggah di media sosial.

Bagaimana Mahalini dari medsos bisa melaju ke Indonesian Idol? Kepada awak media di Denpasar sesaat sebelum bertolak ke Ibukota, awal pekan kemarin, Mahalini mengaku prosesnya bisa dibilang di luar dugaan. Ia dihubungi langsung oleh pihak Indonesian Idol untuk ikut kompetisi ke Jakarta, dengan kata lain langsung didaulat. “Untuk Bali prosesnya memang sedikit berbeda, tidak seperti daerah lain, yang melibatkan ratusan peserta,”  ujarnya.

Untuk kesiapan tampil sebelum lolos babak 12 besar, jebolan SMA 1 Denpasar ini mengaku tak ada persiapan spesial selain lebih sering berlatih membawakan berbagai macam lagu. “Ya latihan sampai teriak-teriak,” ujarnya sembari tertawa.

Sebelum berangkat untuk kompetisi ke Jakarta, Mahalini cukup banyak mendapat masukan dari sejumlah musisi dan penyanyi senior Bali, yang dengan senang hati menjadi coach dadakan. Sebut misalnya Joni Agung, juga Benny (vokalis band Crazy Horse) yang membagi sejumlah tips untuk menyanyi.

Membawa nama Bali, Mahalini menjadi daya tarik tersendiri di antara 22 kontestan lain yang siap adu kebolehan sebelum diseleksi menjadi 12 besar terbaik. Dara 19 tahun yang masih kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Mahasarasawati ini mengawali kiprah di bidang seni dengan menjadi model cilik. Saat masih duduk di bangku TK, ia sudah meraih sejumlah gelar juara fashion contest hingga sempat meraih juara III provinsi.

Saat kelas V SD, Mahalini mulai mengasah vokal. Oleh sang Ibu, ia diikutkan kursus di sanggar Bina Vokalia di Denpasar. Padahal awalnya gadis bernama lengkap Ni Luh Mahalini Ayu Raharja ini agak pemalu dan jarang ikut lomba. Dukungan dari kedua orangtua, I Gede Suraharja dan Ni Nyoman Serini membuat Mahalini makin semangat untuk menjajal kemampuan dalam tarik suara. (231)

About the author