Video Klip “Kumpul Kebo” Lolot Banyak Diminati

Lolot band, dari kiri ke kanan: Lolot (Made Bawa), Lanang, Hendra, dan Donnie

VIDEO klip terbaru Lolot, “Kumpul Kebo”, mendapat sambutan positif dari penikmat musik. Belum genap seminggu dirilis, video yang diunggah di Youtube banyak diminati dan sudah disaksikan lebih dari 60 ribu viewers. Lagu “Kumpul Kebo” sendiri diambil dalam album ke-9 Lolot, “Semeton Bali” yang dirilis Maret silam.

Salah satu daya tarik  video klip ini, Lolot memasukkan unsur bondres dengan menggandeng beberapa seniman seperti pelawak Cedil.

Menurut Made Bawa alias Lolot, ia sengaja menggunakan bebondresan karena selain sebagai salah satu upaya untuk turut melestarikan kesenian dan budaya Bali, juga sebagai salah satu media menyampaikan pesan moral bagi masyarakat.

“Kami juga ingin memperlihatkan seni bondres melalui band, di mana anak-anak jaman sekarang bisa dibilang sangat jarang melihat pertunjukan bondres. Ya, paling tidak lewat lagu ini bisa memperkenalkan, seperti inilagh pertunjukan bondres,” jelas Lolot.

Dikatakan, lagu Kumpul Kebo diambil dari realita kehidupan sosial yang berhubungan dengan kisah sepasang kekasih yang sudah lama melakukan hubungan layaknya suami istri tapi tidak berlanjut  dengan pernikahan. Sehingga timbul keraguan dari si cewekya akan keseriusan pasangannya .

“Jadi kemudian mulailah ia melirik dan mencari cowok lain yang lebih pasti bisa menikahinya karena ada beberapa faktor ketakutan yang selalu menjadi permasalahan yaitu salah satunya faktor umur,” papar Lolot.

Meskipun demikian, kata Lolot, lagu ini tak hanya melihat satu hal dari sisi cewek. Dari sisi cowoknya, lagu ini menyarankan agar jangan terlalu lama pacaran dan mengorbankan banyak waktu. Jika memang sudah suka sama suka, lebih baik cepat dinikahi, daripada keburu pasangan berubah pikiran atau diambil teman.

Lolot menjadi pionir grup band yang rekaman lagu berbahasa Bali sejak 2003 dengan rilis album “Gumine Mangkin”. Di album kedua  2004, mereka memproklamirkan diri sebagai pengusung “Bali Rock Alternatif”. Setahun kemudian, 2005 muncul album “Meong Garong”, disusul album “The Best of Lolot” (2006), dan “Saling Caplok” (2007). Sempat vakum dua tahun, Lolot muncul sendiri dengan album “Pejalan Hidup” (2009). Empat tahun berikutnya, Lolot kembali bangkit dengan formasi baru – Made Bawa/Lolot (vokal), Donnie (gitar), Lanang (bass), dan Hendra (drum) – dan langsung merilis “Nyujuh Gumi” (2013), diikuti dengan “Manusa Raksasa” (2017), dan yang terbaru “Semeton Bali” di tahun 2019. (231)

About the author