“Sebilang Wai”, Ediakustik Coba Nuansa Komedi

Edi1
Ediakustik, dari kiri ke kanan: Yogi, Buda, dan Edi

TRIO Ediakustik muncul lagi. Kali ini mereka memperkenalkan satu lagu berikut video klip bernuansa komedi, dengan judul “Sebilang Wai”. Walau masih berkisah tentang asmara, sesuai konsep musiknya, lagu ini sengaja dibuat terkesan santai dan easy listening.

“Kami sengaja bungkus dengan konsep komedi. Penggarapan video dikebut dalam sehari saja, berlokasi di daerah Nusa Dua. Kebetulan saya tinggal di sana, ya untuk menghemat waktu saja,” jelas Edi, gitaris sekaligus pentolan grup ini kepada mybalimusic.com di Denpasar, Rabu (25/9).

Lagu dan video klip “Sabilang Wai” yang digarap videographer Kadek Dwi Murjiana mulai diperkenalkan secara resmi ke publik setelah peluncuran resmi di Stel Peleng, Senin lalu.  Lagu ini menjadi single ke-2 Ediakustik setelah “Ampurayang” yang dirilis 1,5 tahun lalu.

Menurut Edi, trio yang didukung Buda (vokal), Edi (gitar), dan Yogi (gitar) ini sengaja mengambil konsep musik akustik, semata karena ketiadaan pemain drum tetap. Sementara keinginan untuk bermusik sangat kuat, akhirnya diputuskan untuk main akustik saja.

“Awalnya saya pikir begitu. Toh saya bisa ngisi instrumen gitar, kebetulan ada peralatan recording seadanya dan sudah punya lagu berbahasa Bali sendiri, jadi ya kenapa tidak direkam saja,” cerita Edi.

Paham kalau suara kurang memadai, musisi bernama lengkap Gede Edi Purnawan ini kemudian menggandeng adik kandungnya untuk mengisi vokal. Selain itu ia menggaet Yogi, gitarisnya di grup band, untuk kebutuhan tampil live. Soal nama band yang dibentuk 1 Januari 2018 ini, secara gampangnya diambil dari nama Edi dan musik akustik. Wajar saja, karena materi lagu yang dibawakan juga dari lirik dan musik digarap sepenuhnya oleh Edi.

“Saya rasa untuk mulai berkarya tidak perlu dengan yang mahal, bisa diawali dari alat seadanya dulu, seperti lagu pertama kami Ampurayang yang mana rekaman juga video klip digarap sendiri. Yang penting ada niat dan usaha, niscaya akan ada saja jalannya,” demikian Edi. (231)

Edi2
Ediakustik

 

About the author