Solid Black: Curhat Patah Hati Jadi Lagu

SB1

Solid Black

TEMA lagu apa yang paling banyak dan mudah digarap menjadi lagu? Sampai saat ini tema cinta yang paling banyak diolah penyanyi maupun grup band. Dari jatuh cinta, nikmatnya cinta, sampai patah hati atau putus cinta jadi inspirasi kebanyakan. Hal ini juga tak terhindari oleh grup band asal Jembrana, Solid Black. Lagu baru mereka “Penggak Inspirasi” ternyata memang terinspirasi dari kisah nyata soal patah hati.

“Semuanya berawal dari obrolan, curhat masalah putus cinta dari salah satu personek Solid Black saat ngumpul di penggak rumah saya. Mumpung ide kreatif lagi muncul, langsung saja curhatan itu dituangkan ke dalam satu lagu,” cerita Gus Lowdo, sang vokalis.

Dalam waktu singkat, nada, lirik dan chord tercipta, berlanjut proses rekaman dengan mengisi melodi, ritem, dan drum, dengan bantuan penata rekaman Abel Dipayana. Jadilah “Penggak Inspirasi” yang mulai diperkenalkan ke publik, 3 September lalu.

“Penggak Inspirasi” menjadi lagu ke-2 Solid Black yang dirilis ke publik setelah “Lawar Madona” beberapa bulan lalu. Grup ini menjadi salah satu dari banyak potensi musik dari daerah Bali bagian barat yang mencoba unjuk kebolehan di tengah ramainya musik Bali saat ini. Saat ini Solid Black didukung personel Gus Lowdo (vokalis), Lolek (bassist), Bracuk (drummer), Indra (gitar ritem), dan Alit Putra (gitar melodi).

Menurut Gus Lowdo, ide terbentuknya Solid Black berawal saat ia masih bekerja di Pabrik Kata kata Joger. Di sana ia bertemu teman yang sama-sama punya hobi bermusik. Tahun 2015 nama Solid Black dicetuskan walau hanya sekadar main dan latihan, belum membuat karya sendiri. Hingga Gus Lowdo kembali ke kampung halaman di Batuagung, Negara.

Di sela kesibukan sebagau pegawai di Puskesmas 1 Mendoyo), Gus Lowdo masih ingin bermusik. Ia pun “minta ijin” ke teman-temannya untuk menggunakan nama Solid Black. Karena kebetulan tinggal di Jembrana, bali bagian barat, nama pun dilengkapi menjadi Solid Black, Band Bali Kauh sejak 18 November 2018.

“Kami memainkan musik lintas genre, dari pop, reggae, nada-nada pelog dan sedikit rock. Ya kalau mau dibilang alternatif bisa saja,” demikian Gus Lowdo. (231)