Bangkit Lagi, Di Ubud Rilis 3 Lagu Baru

Ubud1

Di Ubud, dari kiri ke kanan : Yori, Tude, Krisna, dan Gung Gepeng

HAMPIR 10 tahun hilang dari ingar bingar musik Bali, grup band Di Ubud bangkit lagi. Meski pemunculan kembali mereka disebut hanya untuk bersenang-senang saja, toh tetap digarap dengan serius. Sebagai bukti, mereka siap merilis tiga lagu baru sekaligus, Selasa (20/8) ini.

Kembalinya Di Ubud akan ditandai dengan satu penampilan khusus di salah satu tempat hiburan di Kuta. Mereka akan memperkenalkan tiga lagu baru berikut video klip nya, “Rock n Roll 72”, “Aku Sing Nawang” dan satu lagu berbahasa Indonesia, “347 (Kota Kecilmu)”.

Sebelumnya, pemunculan kembali Di Ubud sempat direncanakan Juli lalu. Namun karena satu dan lain hal sedikit molor dari perencanaan. Menurut Krisna, sang vokalis, untuk Di Ubud reborn ini, mereka akan tetap memainkan musik yang sudah banyak dikenal masyarakat, yakni rock n’  roll dan blues. Dua corak ini memang sudah menjadi corak Di Ubud sejak awal penampilan mereka awal 2000-an. , Hanya

Di Ubud kembali dengan formasi asli semula, Krisna Purpa (vokal), Gung Gepeng (gitar), Tude (drum), dan Yori (keyboard). Hanya Cok Gus  (bass) yang tak bisa turut bergabung karena kesibukan lain yang tak bisa ditinggalkan. “Tapi kalau untuk proses rekaman, Cok Gus  masih bersedia ambil bagian. Untuk keperluan manggung, sementara kami memakai additional player,” ujar Krisna.

Kepada wartawan di Denpasar, Senin (19/8), masing-masing personel menyampaikan alasan mengapa mereka sepakat untuk menghidupkan kembali Di Ubud. Menurut Gung Gepeng, tak bisa dimungkiri waktu terus berjalan dengan cepat, seiring usia yang terus bertambah. “Ada masa-masa di mana rasanya ingin kumpul lagi, main bersama-sama lagi,” katanya.

Soal panggilan hati nurani, diungkapkan sang drummer, Tude. Baginya, seperti memang ada panggilan untuk membangkitkan lagi Di Ubud, meskipun semua personel sibuk dengan urusan masing-masing. “Di Ubud sudah membesarkan nama saya di musik. Jadi ketika ada kesempatan untuk main bersama lagi, kenapa tidak saya lakukan?” ucapnya.

Di sisi lain, Yori sang keyboardist, alasan paling kuat untuk mau bergabung lagi bersama Di Ubud, untuk memenuhi permintaan teman-teman dan penggemar. Ini pun dirasakan oleh Tu Krisna, yang selama main bersama KIS, kerap ditanya dan diminta membawakan lagu Di Ubud. Meskipun itu dipenuhi, toh ia merasakan kesan yang jauh berbeda.

“Seperti ada yang hilang, dibandingkan saat saya menyanyikan lagu itu bersama teman-teman Di Ubud. Setelah melalui proses panjang, saya coba bicarakan dengan personel lainnya, mari kita hidupkan lagi di Ubud. Tak usah ini dilihat, atau dipikir untuk kita, tapi untuk orang-orang di luar sana yang sangat menghargai karya musik kita. Bagi kami sendiri, ini untuk bersenang-senang saja,” cerita Tu Krisna.

Ketika ditanya apakah Di Ubud reborn akan tampil total dengan musik baru, karya-karya baru, atau juga akan merekam dan mangaransemen ulang hits lama mereka, Tu Krisna mengatakan itu pun sudah terpikirkan. “Masukan untuk itu banyak, dan kami memikirkan itu juga, apakah akan me-recycle lagu-lagu lama. Hanya belum tahu akan seperti apa dan kapan kami lakukan itu,” tambahnya.

Pemunculan kembali Di Ubud tentunya akan menjadi sesuatu yang sangat istimewa bagi para penggemar yang sudah lama menantikan band ini untuk bangun dari tidur panjangnya. Dibentuk dan mulai rekaman 2005, Di Ubud menghasilkan cukup banyak hits lewat empat abum mereka, “Di Ubud” (2005), “Bali United” (2006), “Broken Made” (2007), dan “Monkey Republic”. Sayang, selepas rilis album ke-4, mereka memutuskan untuk istirahat dari ingar bingar musik Bali.

Ketika Krisna Purpa selaku vokalis membuat project KIS yang secara tidak terduga sangat diterima oleh pencinta musik Bali, jadwal panggung KIS yang padat membuat komunikasi antar personel Di Ubud makin jarang. Hingga akhir 2018 seluruh personel asli Di Ubud bertemu kembali sambil bincang santai, hingga akhirnya sepakat untuk membuat materi lagu untuk dilepas ke masyarakat. Lagu baru “Rock n Roll 72” sesuai judulnya membawa nuansa rock n’ roll yang cukup kental dan memasukkan unsur blues di dalamnya. Karena tak mau sekadar muncul, semuanya sepakat untuk menambah lagu lain. Bertambahlah dengan dua lagu lagi, “Aku Sing Nawang” dan “347 (Kota Kecilmu)”.

“Inginya merilis mini album, tapi lagu yang direkam baru tiga. Kalau musti nambah lagi, proses begini begitu, takutnya molor lagi, jangan-jangan nggak jadi-jadi. Ya sudah, kami rilis  tiga lagu saja,” cerita Krisna.

Menariknya, selain akan diedarkan lewat platform musik digital, juga publikasi di media berbagi seperti channel Youtube dan media sosial, Di Ubud juga mengedarkan tiga lagu baru mereka dalam format extended play (EP) berupa CD audio. Hanya saja, CD ini dicetak terbatas hanya 100 keping dan diedarkan saat penampilan perdana mereka Selasa (20/8) ini. (231)

Ubud2

Di Ubud: Yori, Gung Gepeng, Krisna, Tude