Pemain Bass Dejapu Meninggal

Lojer1

Nyoman “Lojer” Sulendra (alm.)

GRUP band Bali, Dejapu, tengah berduka. Mereka baru saja kehilangan salah satu personel, I I Nyoman Sulendra alias Lojer. Pemain bass yang sudah bersama sejak Dejapu terbentuk ini, meninggal dunia Sabtu (17/8) malam, setelah sempat dirawat di RSUP Sanglah karena mengalami infeksi otak.

Tak pelak, kepergian Lojer yang terkesan mendadak, mengejutkan teman dekat juga sesame anak band. Musisi yang dikenal ramah ini memang pandai bergaul dan memberi kesan tersendiri bagi teman-teman, terutama yang pernah diajak manggung bersama.

“Saya tidak bisa ngomong apa, masih tak percaya rasanya. Kami merasa sangat kehilangan,” ujar Putu Budi, vokalis Dejapu ketika dihubungi mybalimusic.com, Minggu (18/8) pagi.

Menurut Putu Budi, selain dikenal baik, Lojer juga ulet dalam bekerja. Di dalam band, ia dianggap paling dewasa, karenanya kerap menjadi penengah di dalam grup jika terjadi perbedaan pendapat. Lojer bergabung dengan Dejapu sedari awal saat band ini mulai dibentuk. Bersama Dejapu, Lojer terakhir manggung di Padangbai beberapa waktu lalu.Dejapu sendiri mulai berkiprah sejak 2014, Dejapu adalah grup band yang mulai berkiprah sejak 2014 dengan formasi terakhir Putu Budi (vokal), Aditya (keyboard), Lojer sebagai (bass), Julian Richard (gitar), serta Iwak Qyong (additional drummer) dan Santi (additional guitar). Album pertama Dejapu bertajuk “Satu” mereka rilis pertengahan 2017 silam. Setelah itu Dejapu juga merilis beberapa single. (231)

Lo3

Lojer (paling kanan) saat Dejapu tampil bersama Jikun /rif