The Leveh Konsisten Angkat Potensi Nusa Penida

Leveh1
The Leveh Band

TANPA banyak gembar-gembor promosi, diam-diam lagu berbahasa Bali “Apa Buin Kuangan” yang dibawakan grup band The Leveh dari Nusa Penida, dalam waktu singkat sudah mencapai lebih dari 160 ribu lebih viewers di Youtube. Lewat lagu ini pula, The Leveh mencoba konsisten mengangkat potensi Nusa Penida, baik sumber daya manusia maupun alamnya.

Lagu “Apa Buin Kuangan” menjadi karya baru The Leveh setelah empat tahun tidak rekaman. Lagu ini menceritakan kisah cinta sejoli remaja SMA. Namun sayang, cinta si pemuda kandas setelah sang pacar cewek tinggal di kota dan bekerja di sebuah perusahaan jasa pariwisata.

Menurut Sukadana, sukses “Apa Buin Kuangan” tak lepas dari keterlibatan Alit Werdi Suputra, seorang youtuber  yang sebelumnya ngetop dengan video-video pendek berbahasa Nusa Penida. Soal pilihannya ini, Sukadana mengatakan alasannya sederhana saja, ia ingin membuktikan sumber daya manusia Nusa Penida juga hebat selain alamnya yang indah.

Selain itu, sejak pertama pemunculannya, The Leveh  memang berusaha menyuarakan dan mempromosikan Nusa Penida. Beberapa lagu The Leveh sebelumnya yang berbahasa Indonesia seperti “Petisi Nusa Penida” (2012), “Mola-Mola Nusa Penida” (2014), dan “Jejak Rindu Nusa Penida” (2015) sebagai wujud nyata untuk menyuarakan sekaligus mempromosikan Nusa Penida.

“Bedanya, untuk lagu terakhir, kami mencoba membawakan lagu berbahasa Bali mengangkat tema cinta. Pembuatan klip meskipun terkesan galau namun kocak sesuai karakter Kadek Alit Werdi Suputra dan Nyuman yang memang dikenal banyol oleh publik,” jelas Sukadana.

Video klip “Apa Buin Kuangan” dikerjakan videographer yang juga asal Nusa Penida, Agus Koriana. Ada kejadian menarik saat pengambilan video dengan drone untuk adegan di atas boat, angin begitu kencang sehingga drone gampir terjatuh ke laut.

Di sisi lain, Kadek Alit Suputra mengaku senang bekerjasama dengan The Leveh, karena bisa saling mengisi satu sama lain. “Misalnya ide video klip itu dari Bli Wayan Sukadana, kemudian saya ubah sedikit dan sesuaikan dengan karakter saya dan Nyuman. Jadilah klip yang galau tapi kocak,” ujarnya.

The Leveh dibentuk tahun 2012, dengan formasi I Wayan Sukadana (gitar, vokal), Kadek Ludra (bass), I Komang Budiarta (gitar) dan Agus Koriana (drum). Meskipun senang dan semangat dalam bermusik, namun tak ada target muluk-muluk. Ludra, sang bassist misalnya menegaskan, mereka bermain musik hanya sebagai hobi. Terlebih masing-masing sudah berkeluarga dan punya kesibukan masing-masing. “Kami nge-band untuk menghibur diri saja. Kalau orang lain ikut terhibur itu adalah bonus,” tandasnya. (231)

About the author