Ada Gamelan Gumbyung di Lagu Galungan Motifora

MOTIFORA

Motifora Band

HARI raya seperti Galungan dan Kuningan, tak hanya menjadi rutinitas upacara keagamaan. Bagi sebagian seniman, momentum ini kerap dimanfaatkan untuk berkarya pula, misalnya saja dengan merilis rekaman lagu bertema Galungan dan Kuningan. Salah satunya seperti yang dilakukan grup band Motifora,  dengan merilis single berjudul “Galungan lan Kuningan”.

Menariknya, di lagu barunya ini, Motifora memasukkan unsur gamelan gumbyung. Sepintas alat musik dari bambu itu terdengar seperti jegog, namun dari sisi nada sangat berbeda. Bisa dikatakan seperti penggabungan antara jegog dengan bumbung. Selain itu untuk penggarapan musik, Motifora juga berkolaborasi dengan Sanggar Tripitaka dan Bala Anindya.

“Materi lagu  sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun kami baru sempat merampungkannya menjelang Galungan ini, jadi sedikit kebut-kebutan,” ujar Tunik, vokalis Motifora.

Walau dari judulnya saja sudah jelas bercerita tentang perayaan Galungan dan Kuningan, namun menurut Tunik, ada misi tersendiri yang ingin dicapai melalui lagu ini, yakni bagaimana lebih mengedukasi muda-mudi sekarang akan budaya, satu tradisi keagamaan.

“Kalau bicara soal Galungan, sejauh ini seperti kebanyakan orang tahu, rangkaiannya ya penampahan, galungan, umanis dan kuningan. Nah, di lagu ini kami juga menyampaikan sebelumnya juga ada rangkaian upacara rahinan seperti tumpek bubuh, sugihan jawa ,sugihan bali dan lainnya, hingga ditutup dengan rahina pegat uwakan,” jelas Tunik.

Motifora yang berasal dari desa Munduk, kecamatan Banjar, Buleleng awalnya terbentuk dengan nama Motiforline di tahun 2009. Saat ini didukung formasi Tunick (vokal, gitar), Rheno (gitar melodi), Eri (bass), dan Anna (drum) Meskipun datang dengan latar belakang dan dasar bermusik yang berbeda-beda, namun keempat anak muda ini mencoba melebur dalam satu visi dan misi dalam bermusik, bagaimana menghibur dan menyenangkan masyarakat.

Grup yang memilih bermain di jalur pop rock alternative ini pernah penjadi finalis dalam ajang festival bergengsi yang digelar salah satu produk rokok, dengan masuk 12 besar seleksi area Bali-Nusra. Selain itu juga pernah menjadi 10 besar di Festival Gong 2010 yang digelar JTV Surabaya. Di kalangan penggemar lagu pop Bali, band ini setealah muncul dengan nama Motifora di tahun 2015 dan dikenal luas berkat sukses lagu “Ngalahin Gumi”. Album berikutnya “Sang Dewi” dirilis Februari 2017, dan album ke-3 “Majujuk di Langit” dirilis November 2018. (231)