Mercy Muncul Lagi dengan Satu Hati

Mercy Band
Mercy Band Bali

DI jajaran grup band yang membawakan lagu berbahasa Bali, ada satu nama yang cukup mencuri perhatian, Mercy Band. Namun selepas rilis album ke-2, “Paling Buduh” di tahun 2014, Mercy cukup lama tidak mengeluarkan album. Baru pertengahan tahun ini, mereka muncul kembali dan langsung menyodorkan satu album berjudul Satu Hati.

“Kenapa Satu Hati, karena sudah sudah lama kami tidak mengeluarkan rekaman, ada kerinduan dalam diri kami untuk menunjukkan kalau Mercy masih ada dan tetap kompak, tetap satu hati. Kami sehati dan tetap sejiwa brsama personel terdahulu, jadi kami muncul kembali dengan formasi yang sama tanpa ada perubahan,” jelas drummer Mercy kepada mybalimusic.com.

Dijelaskan, album Satu Hati yang dirilis melalui satu acara amal di Yayasan Cahaya Hati, Tampaksiring, Minggu 14 Juli lalu itu sudah dipersiapkan sejak awal tahun. Untuk mewujudkan album ke-3 ini, setidaknya mereka membutuhkan waktu sekitar 5 bulan untuk proses penggarapan lagu dan musik. “Lewat album ini kami ingin masyarakat luas tahu, Mercy bangkit lagi dan punya materi lagu-lagu baru,” tambah Juwet.

Di album terbarunya ini, Mercy menampilkan 9 lagu. Dibuka dengan track  “Satu Hati”, diikuti “Manuse Lelipi”,  “Api Cemburu”, “Sial”,  “Bukit Campuhan”, “Otak Oleng”, “Meme”, “Bangkung Buang”, dan ditutup dengan “Optimis”. Dua lagu sudah dirilis dalam bentuk single sebelumnya, “Api Cemburu” yang dipublikasikan Desember 2016 dan “Otak Oleng” dirilis Desember 2018. Yang terbaru diunggah di channel Youtube, lagu “Satu Hati”.

Dibentuk 14 Februari 2006, Mercy Band didukung personel Yanto (vokal), Adi (bass), Pangus (gitar melodi), Yantel (gitar ritem), dan Juwet (drum). Awalnya mereka ikut rekaman tergabung dalam album Baduda Idol yang dirilis 2007, dengan satu lagu “Tresna Tegangan Tinggi”. Niat kuat untuk meramaikan lagu pop Bali mendorong mereka merilis album sendiri berjudul “Virus Virus Tresna” di tahun 2011. Disusul kemudian album kedua “Paling Buduh”, dan yang terbaru, album ke-3 “Satu Hati” rilis Juli 2019. (231)

About the author