Wow, Dek Ulik Duet dengan Vokalis Kerispatih

Dek1

PENYANYI lagu pop Bali, Dek Ulik, punya project baru. Ia tengah mengikuti proses rekaman untuk single terbarunya. Menariknya, bukan karena sekali lagi ia membawakan lagu berbahasa Indonesia. Namun karena kali ini duet dengan Fandy Santoso, penyanyi nasional yang lebih dikenal sebagai vokalis grup band Kerispatih. Mereka membawakan satu lagu pop ciptaan Andy Duarsa yang berjudul “Di Ujung Kisah Ini”.

“Awalnya ketika saya dikabari untuk duet dengan Fandy, saya kaget, saya tak yakin. Ah, masa sih? Beneran nih? Serius? Dia mau nggak sih? Secara saya yang merasa masih penyanyi lokal ini kemampuannya bisa dibilang masih ya … Saya sebenarnya gak pede bagaimana kami dikolaborasikan Mudah-mudahan nyanyi hasilnya bagus. Ya bangga juga, ini lho penyanyi Bali yang kolaborasi dengan penyanyi nasional,” cerita Dek Ulik kepada wartawan di Denpasar, Minggu (14/7).

Sebelum proses rekaman, Dek Ulik dan Fandy sempat dipertemukan untuk saling mengenal dan mencoba “latihan” menyanyi bersama. Di sisi lain Fandy menuturkan ini pertama kalinya ia terlibat duet dengan penyanyi daerah. Ini terjadi ketika oleh seorang teman yang berkecimpung di bidang hiburan di Bali, ia dipertemukan dengan Andy Duarsa yang mengelola manajemen materi media sosial sejumlah penyanyi Bali. Ketika bercerita soal keinginan untuk duet dengan penyanyi daerah, sekaligus untuk menambah konten untuk channel Youtube-nya, Andy Duarsa langsung menyebutkan ada penyanyi top Bali yang cocok.

“Saya belum tahu dan blum mengerti bagaimana kondisi musik di Bali. Saya percaya ini bukan sesutu yang terjadi tiba-tiba, tapi memang sudah diatur oleh yang di Atas. Saya bertemu dengan diva-nya lagu berbahasa Bali, dan berkesempatan kolaborasi. Ini sangat menarik, dan bisa dibilang simbiose mutualisme, win win solution. Saya membutuhkan konten untuk channel Youtube saya, dan Dek Ulik berksempatan bekerjasama, kenapa tidak? Siapa tahu dengan ini makin bisa dikenal penikmat musik di Bali yang menggemari saya,” tutur Fandy.

Dengan rendah hati juga Fandy mengatakan sama sekali tak merasa lebih hebat karena disebut artis nasional. Baginya bukan soal ini duet penyanyi nasional dan daerah. “Kebetulan saja mendapat kesempatan langsung ke jalur nasional, sedangkan Dek Ulik besar dari daerah dulu. Ini tak masalah,” tukasnya.

Di sisi lain Dek Ulik menambahkan, meskipun sekali lagi menyanyikan lagu berbahasa Indonesia, tak berarti ia akan beralih dan tak menyanyi lagu pop Bali lagi. “Gak begitu juga, saya tetap menyanyikan lagu berbahasa Bali. Bahkan saya masih ada tiga rekaman lagu berbahasa Bali yang belum dirilis. Kalau duet dengan Fandy ini saya anggap sebagai satu kesempatan untuk memperluas jangkauan penikmat, penggemar saya,” ujar Dek Ulik.

Penggemar Dek Ulik maupun Fandy harus bersabar menunggu, karena “Di Ujung Kisah Ini” direncanakan beredar September mendatang. Setelah proses take vocal di studio Antida di Denpasar rampung, selanjunya aransemen musik termasuk mixing dan mastering akan dilakukan di Jakarta. “Kami berupaya untuk memberikan yang terbaik,” kilah Fandy.

Sekadar mengingat kembali, Fandy Santoso bergabung sebagai vokalis Kerispatih tahun 2010, menggantikan Sammy Simorangkir yang dikeluarkan dari band. Jebolan Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Petra, Surabaya ini mengembangkan bakat bernyanyinya melalui kegiatan rohani di gereja. Selain bermusik, ia juga mengasah dan mengembangkan jiwa usaha.

Di jalur musik, nama Fandy mulai dikenal masyarakat ia lolos sebagai salah satu finalis Indonesian Idol tahun 2007. Meskipun tidak berhasil menjadi pemenang di ajang tersebut, ia justru berkesempatan menasional setelah mengikuti audisi mencari vokalis yang diadakan oleh band Kerispatih. (231)

Dek2
Dek Ulik dan Fandy saat temu wartawan di Denpasar, Minggu (14/7)

 

 

About the author