N.D.G. Ikuti Jejak Keluarga di Musik

DNG

D.N.G. Bali, dari kiri ke kanan: Bagus (Satria), Fajar, Wayan, dan Rian

DAERAH Legian, pernah populer sebagai daerah yang memunculkan sejumlah penyanyi pop Bali ternama sejak akhir 90-an seperti Widi Widiana, Sri Dianawati, Panji Kuning, D Antoni, Adi Smarandana. Lalu bagaimana saat ini, ketika era band cukup banyak mewarnai blantika musik pop Bali? Seakan meneruskan kebanggaan pendahulunya, satu grup band yang menamakan diri N.D.G. Bali muncul dari Legian.

Didukung personel yang masih belia, rata-rata baru tamat SMA, grup N.D.G. sudah menyelesaikan satu lagu sendiri berikut video klip berjudul “Rindu”. Jika empat anak muda yang menghidupkan grup ini memilih lagu pop Bali, selain tak lepas dari banyaknya generasi sekarang yang mulai suka, kiranya tak lepas dari faktor lingkungan dan keluarga.

Bila menyebut N.D.G. sebagai singkatan dari New Diana Generation, penggemar lagu pop Bali era dulu tentu akan langsung teringat dengan Diana band yang angkat nama di Legian, dengan sebagian personel masih terhitung keluarga, seperti kakak beradik Widi Widiana dan Sri Dianawati. Menyandang nama sebagai Diana band generasi baru, tentu bukan tanpa alasan. Satria Widiayasa (Bagus) sebagai vokalis adalah putra dari saudara kandung Widi Widiana. Begitu pula Wayan Sinarbawa, sang gitaris, putra dari Sri Dianawati juga ponakan Widi Widiana. Mereka didukung teman satu almamater sewaktu SMA, Rian (gitar), dan Fajar (cajon/drum).

Menurut Satria, N.D.G. awalnya memang terbentuk semasih ia bersama Rian dan Fajar sekolah di SMA. Selain mengisi acara-acara di sekolah, diam-diam ia juga menciptakan lagu sendiri. Minat mereka untuk bermusik mendapat dukungan kuat dari keluarga, dengan turut bergabungnya Wayan sebagai personel paling dewasa. Mereka pun kemudian iseng mencoba menggarap lagu sendiri dan sempat merampungkan single “Jujur”. Namun lagu ini belum terpublikasikan dengan baik.

Hingga niat kuat personel N.D.G. untuk bermusik mendapat perhatian dari Widi Widiana sebagai om, yang kemudian memberikan beberapa masukan. Satu lagu baru “Rindu” kemudian dipublikasikan secara lebih luas, sebagai salam perkenalan ke publik. Walaupun hasilnya dirasa belum maksimal, namun sudah cukup sebagai awal, “pemanasan” untuk penggarapan rekaman selanjutnya.

“Kami masih memantapkan beberapa lagu lain, rencananya kami akan merampungkan mini album yang berisi 5 lagu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa diselesaikan,” ujar Satria.

Meskipun ada di bawah bayang-bayang nama Diana band, pun popularitas Widi Widiana dan Sri Dianawati, namun DNG berusaha untuk tidak terpengaruh atau mengikuti gaya senior mereka. “Saya pun tidak mau mengarahkan mereka menyanyi seperti gaya saya misalnya. Silakan mereka berkarya sesuai selera dan seperti apa maunya, yang penting miliki karakter sendiri. Saya percaya mereka potensial dan punya harapan untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya,” komentar Widi Widiana.

Widi pun tak memungkiri, bukan tak mungkin kelak ada satu atau dua lagunya yang dulu pernah popular, yang dianggap cocok untuk DNG band akan dibawakan ulang nantinya. Tentu sesuai interpretasi personel N.D.G. dan musik sesuai dengan kekinian.

“Saat ini selain lebih fokus untuk membuat band menjadi lebih solid, kami juga mencoba memperkenalkan keberadaan kami dengan single Rindu terlebih dahulu, sebelum mini album yang kami rencanakan rampung,” demikian Satria. (231)

DNG2

D.N.G. Bali