Nosstress dan De Alot Kolaborasi untuk “Legu Galak-galak”

De Alot

Nosstress bersama De Alot

KETIKA dua personel grup musik Nosstress “iseng” membawakan lagu pop Bali dan direkam secara live take, tak disangka respons penggemar sangat bagus. Bahkan gara-gara lagu “Mejanji di Jalan” yang dimainkan akustik oleh Kupit dan Man Angga, banyak generasi masa kini yang penasaran dengan penyanyi asli lagu tersebut, Made Kandra atau lebih popular dengan nama De Alot.

Setelah hampir setahun berlalu, akhirnya Nosstress berkolaborasi dengan penyanyi idola mereka itu. Lagu hit De Alot lainnya, “Legu Galak-galak” jadi pilihan. Lagu yang sangat popular di awal tahun 2000 ini direkam secara live take sekaligus pembuatan video klip di kediaman De Alot. Suasana cair sangat terasa dalam kerjasama penyanyi dan musisi dua generasi ini. Tepat 1 Juli lalu, video klip “Legu Galak-galak” Nosstress dan De Alot sudah bisa disaksikan penikmat musik melalui channel De Alot di Youtube.

Salah satu personel Nosstress, Kupit, mengaku sangat senang bisa bekerjasama dengan penyanyi idolanya sejak kecil. “Saya dan teman-teman Nosstress dari dulu memang suka lagu Bali. Kerjasama dengan pak De Alot asyik, seru,” ujarnya dalam perbincangan dengan mybalimusic.com lewat telepon.

Sebetulnya, kata Kupit, Nosstress kerap membawakan lagu pop Bali milik penyanyi lain dalam beberapa kali penampilan mereka. Cukup banyak penyanyi pop Bali dan lagu-lagu yang mereka sukai. Namun di antaranya, lagu milik De Alot yang paling pertama dirasakan pas dan sesuai untuk mereka bawakan. “Sesuai dengan gaya dan lirik yang terkesan nakal dan lucu,” tambah Kupit yang mengatakan suka lagu pop Bali sejak kecil gara-gara sering nonton rekaman VCD yang dibeli kedua orangtuanya.

Sementara itu De Alot punya kesan tersendiri ketika bersama Nostress menggarap ulang “Legu Galak-galak” ke dalam format akustik dan lebih lembut. “Kerjasamanya berjalan baik, mereka sangat friendly, sangat membantu. Bahkan untuk rekaman ini saya tidak perlu repot  ngurus perlengkapan, semuanya ditangani dan dikerjakan langsung oleh tim Nosstress. Saya sangat berterima kasih karena sepeser pun saya tak perlu keluar biaya, dan saya percaya maksud baik adik-adik Nostress lebih dari sekadar masalah itu,” cerita De Alot.

Sebelumnya ketika mengetahui lagu “Mejanjidi Jalan” yang dinyanyikan Nosstress naik daun lagi, De Alot mengaku sangat senang dan bangga. “Lagu saya mau dinyanyikan, berarti mereka suka. Karenanya, sedikit banyak masyarakat dan penggemar lagu pop Bali jadi teringat lagu sama saya. Untuk mengawali mengajak berkolaborasi sebetulnya  saya kikuk, bisa dibilang malu juga, karena mengingat bagaimana tenarnya mereka saat ini,” ujar De Alot sembari tertawa kecil.

Kupit Nosstress sendiri mengatakan, sesungguhnya masih banyak generasi muda sekarang yang suka dengan lagu pop Bali tempo dulu. Hanya tak sedikit yang masih malu-malu mengakui, dan menganggap sudah ketinggalan jaman. “Padahal kalau diolah lagi, diaransemen ulang misalnya dengan musik kekinian, banyak yang suka. Lagu pop Bali dulu banyak yang bagus-bagus dari cara bercerita, juga liriknya yang sederhana dan lugas. Ini kan agak sulit ditemukan sekarang,” demikian Kupit. (231)