Crazy Horse : 100% Bermusik, 100% Rejeki yang Datang

CH2

BICARA soal grup band di Bali, entah sudah berapa banyak grup band yang terbentuk dan muncul, entah sudah berapa banyak pula yang bubar dan tak berlanjut walau belum seumur jagung. Di tengah langkanya grup band dari Bali yang tetap eksis hingga walau sudah puluhan tahun terbentuk, tak bisa tidak menyebut nama Crazy Horse. Betapa tidak, sejak dibentuk 1987, hingga saat ini mereka masih eksis walau sempat mengalami perubahan formasi.

Tahun ini, Crazy Horse bakal genap memasuki 32 tahun berkiprah di dunia hiburan di Bali. Satu usia yang tentu tak bisa dibilang sedikit untuk tetap menjaga eksistensi grup tanpa pernah terputus atau break. Apa yang menjadi kunci keberhasilan Crazy Horse tetap menjaga keutuhan dan aktivitas grup? Benny Sugiharto, sang vokalis dengan lantang buka suara. “Kalau mau bermusik, jangan setengah-setengah, harus 100 persen, fokus dan lakukan dengan sepenuh hati. 100 persen bermusik, maka 100% pula rejeki akan datang,” ujarnya.

Benny tentu tak sekadar berucap. Seluruh personel Crazy Horse juga maklum dan mengakui, “payuk jakan”, sumber nafkah mereka ya memang dari musik. Selama bertahun-tahun ini dapat diandalkan karena keseriusan, dedikasi yang kuat terhadap musik. Lalu bagaimana Crazy Horse — yang kini didukung Benny Sugiharto (Vokal), Gus “Boll” Joni (Bass), Ardy (Keyboard), Dewa “Kelok” Wijana (Gitar), Gus Abi (Drum) — menjaga kekompakan?

Menurut Benny, dalam band mereka menerapkan sistem satu pintu. Dalam arti apapun masalah dan hal yang akan dilakukan untuk band, bukan satu orang yang menentukan, tapi memakai keputusan bersama-sama sebagai satu grup. Semua personel punya peran dan tanggungjawab yang sama rata, tidak ada istilah best of the best, di mana keputusan diambil oleh satu orang dan yang lain hanya mengikuti. Jika banyak band yang bahkan belum 5 tahun sudah bubar, kebanyakan masalahnya karena mereka memakai pola banyak pintu, semua merasa paling berhak mengambil keputusan. Karena emosional, karena ego yang muncul, akhirnya taka da solusi.

“Kami tak mau menerapkan itu. Dalam berkarier boleh dibilang kami jarang beda pendapat, karena sudah pada saling percaya, dan kami sangat menerapkan pola kekeluargaan. Walau sudah terbentuk bertahun-tahun, tiap seminggu sekali kami pasti ada latihan. Bukan sekadar latihan, tapi juga ada diskusi, di sana ada suasana keakraban, dekat dengan keluarga masing-masing. Inilah yangmembuat karakter grup makin dewasa, makin solid,” papar Benny.

KONSER 32 TAHUN. Menandai 32 tahun pemunculannya di musik Bali, Crazy Horse menggelar satu acara konser khusus di Colony, Plaza Renon, Rabu (26/6). Tak sekadar bentuk syukur menjelang 32 tahun bersama-sama di band, kesempatan juga digunakan untuk temu kangen dan beramah tamah dengan sesame musisi maupun penikmat musik mereka. Selain mengajak grup band lawas seperti The Rocknest, Crazy Horse juga memberi kesempatan kepada generasi baru, band remaja semisal Beat n’ Soul untuk turut tampil.

Crazy Horse terbentuk 1987 berawal sebagai band regular di salah satu pub kenamaan di Kuta saat itu, Peanut, yang kini tinggal nama. Bahkan nama grup ini juga pemberian bos pub tersebut. Sejak awal, Crazy Horse yang di awal pemunculannya didukung formasi Agus Darmadi ( Gitar/Vokal), Gus “Boll” Joni ( Bass), Yuri Risnawan ( Keyboard), dan Ace Sulendra ( Drum), sepakat mengusung aliran classic rock. Dalam perjalanannya, posisi drummer beralih ke Wayan “Kunyit” Suwitra dan gitaris dari Agus Darmadi digantikan Dewa “Kelok” Sujana, dan vokalis Cakil digantikan Benny Sugiharto.

Crazy Horse banyak dikenal penikmat pentas musik karena kemampuan yang sangat baik ketika memainkan nomor-nomor dari grup kenamaan dunia seperti Pink Floyd, Deep Purple, hingga era AC/DC. Bertahun-tahun aktif mengisi pertunjukan regular di sejumlag tempat hiburan, akhirnya Crazy Horse tertantang untuk memiliki karya sendiri. Bertepatan 29 tahun kehadirannya, Crazy Horse merilis album perdana “Thank You” (2016). Setahun berikutnya, mereka merilis “Rock n’ Love” (2017). Untuk album berikutnya, Crazy Horse masih mencari waktu yang tepat untuk memulai penggarapan lagu baru dan proses rekaman. (231)

CH1