“Firasat Beli”, Dewa Endra Ikut-ikutan Galau?

Endra1
Dewa Endra

APA tema lagu yang paling banyak dibuat dan paling gampang menarik minta pendengar terutama anak muda? Lagu bertema cinta dengan, tentang kegalaun hati. Itulah tema yang tak ada habisnya dieksplorasi ke dalam berbagai genre musik. Tak terkecuali Dewa Endra yang baru saja merilis single “Firasat Beli”. Walau mengaku suka semua jenis lagu, namun kali ini merasa lebih nyaman membawakan kalau lagunya galau.

Soal lagu baru yang dirilis di bawah bendera Silahome Studio ini, Dewa Endra mengaku ia sebenarnya iseng saja membuatnya. “Saya hanya iseng menulis lagu yang bertema galau, kebetulan teman-teman banyak curhat yang galau-galau. Sesuai judulnya, lagu ini tentang firasat seorang cowok terhadap pasangannya, ketika sikap pasangan berbeda dari biasanya,” jelas Dewa Endra kepada mybalimusic.com.

Intinya, lewat “Firasat Bli”, penyanyi kelahiran Banyuatis, 11 Agustus 1987 ini ingin menyatakan cinta itu masalah kepekaan terhadap perasaan. Apapun perasaan yang membuat cinta tidak nyaman, sebaiknya agar selalu ada komunikasi yang baik dalam menjaga hubungan. Tentu agar jangan sampai salah satu pasangan mempunyai firasat yang tidak baik, dan cinta akan bertahan jika saling terbuka.

Penyanyi bernama lengkap Dewa Putu Hendra ini sudah mulai merintis karier di dunia musik sejak masih duduk di bangku SMA. Ia pun sempat ikut ambil bagian di ajang kompetisi pencarian bakat Bintang Radio dan Televisi (BRTV) Bali TV tahun 2006, dan masuk 5 besar. Selepas itu, ia menyalurkan potensinya di dunia musik dengan mengisi hiburan regular di kafe dan hotel atau rstauran bersama teman-teman. Ia pun sempat bekerja di studio Brerong Record Pro milik AA Raka Sidan.

Setelah menikah, Dewa Aendra memutuskan untuk membuat studio sendiri di rumah dengan menggarap sejumlah aransemen musik. Meski begitu ia menjalin hubungan dengan banyak musisi lain dan kerap main-main ke tempat musisi yang ia kagumi, salah satunya Gung Gepeng (di Ubud band) yang menjadi guru gitarnya. “Saya juga menjadikan penata musik seperti Dek Arta dan Sila sebagai panutan, tentu karena saya juga ingin sukses seperti mereka. Ke depan saya juga ingin bisa menjadi arranger musik yang baik. Walaupun tidak pintar-pintar amat di musik, tapi saya senang berkiprah di dunia musik,” pungkasnya. (231)

endra2

About the author