“Sumpah Mati”, Gusyuda Bicara Kesetiaan Seorang Pria

GusYuda2
Gusyuda & D’Waves

SOLOIS pop Bali, Gusyuda, kembali merilis lagu cinta. Karya terbaru yang diberi judul “Sumpah Mati” ini diluncurkan bersamaan dengan pemutaran perdana video klipnya di Stel Peleng, Denpasar, Jumat (14/6) malam. Penggarapan video klip ditangani videografer Rafly J. Flames, dengan model Yessy Diana.

“Sumpah Mati” menjadi single ke-4 Gusyuda sejak memutuskan untuk mencoba berkiprah di blantika musik pop Bali. Lagu yang diciptakan 2018 ini sudah mulai digarap rekamannya sejak Januari 2019, namun karena berbagai pertimbangan termasuk proses penggarapan video klip, baru dirilis pertengahan tahun ini. Sekali lagi, Gusyuda berkolaborasi dengan band D’Waves.

Kepada mybalimusic.com, Gusyuda menuturkan kalau ide lagu “Sumpah Mati” sebagai lagu pop romantis sebagian besar terinspirasi dari pengalaman prubadi yang pernah ia alami. “Tidak 100%, karena sedikit dikembangkan serta digabungkan dengan beberapa kisah cinta yang mungkin pernah dialami oleh beberapa teman,” tuturnya.

Lewat “Sumpah Mati”, Gusyuda ingin menggambarkan kesetiaan seorang pria terhadap pasangannya, di mana si pria sudah berjanji setia kepada pasangannya, meski telah ia sakiti berulang kali. Judul “Sumpah Mati” dimanai sebagai janji yang tak boleh diingkari.

Jika banyak penyanyi dan grup band yang sangat bersemangat dan buru-buru mengeluarkan karya, Gusyuda justr termasuk “santai” dan pelan-pelan saja. Terbukti, “Sumpah Mati” muncul setelah satu tahun lebih sejak rilis “Sesalku”. Soal ini, Gusyuda tak memungkiri kalau ia sedikit hati-hati dalam melepas karya.

“Alasan paling mendasar, kami masih mempelajari bagaimana kondisi pasar, apa yang diminati oleh penikmat musik di Bali. Begitu pun kami masih dalam proses mencari bentuk, karakter band, pun mematangkan olah vokal dan musikalitas kami. Ya … kalau itu sudah berjalan dengan baik, mungkin saya dan D’Waves akan menggenjot proses untuk karya baru selanjutnya,” jelasnya.

Dilahirkan di Bangli, Gus Yuda mengawali ketertarikan terhadap musik sejak remaja. Sempat membentuk grup band The Time, kerap menjajal panggung kompetisi musik di Denpasar dan sekitarnya, namun akhirnya band yang potensial ini terpaksa “bubar” karena kesibukan masing-masing personelnya setelah memasuki bangku kuliah. Meski demikian Gusyuda tak hilang semangat dalam berkarya di musik. Berbarengan dengan usaha clothing yang dikelola, ia masih kerap tampil solo dan berusaha mempertahankan eksistensi dengan memunculkan karya sendiri. Tahun 2015 pertama kali ia rekaman lagu pop Bali dan merilis “Mewali”, disusul “Tegar” (2016), “Sesalku” (2018), dan yang terbaru, “Sumpah Mati”. (231)

GusYuda
Gusyuda & D’Waves saat peluncuran lagu “Sumpah Mati”, Jumat (14/6) malam

 

About the author