Kata Kavami, “Jaen Idup di Bali”

Kavami
Kavami Band

BANYAK orang mengatakan, sering kali terucap jargon “Jaen Idup di Bali”. Benarkah hidup di Bali segampang dan seenak yang diucapkan? Bagaimana dengan masalah sosial kemasyarakatan yang kerap muncul? Hal ini tampaknya mengusik musisi The Minky untuk menuangkannya ke dalam satu lagu. Bersama bandnya, Kavami, jadilah satu single berikut video klip berjudul “Jaen Idup di Bali”.

Meskipun belum lama rampung digarap dan diluncurkan akhir pekan lalu, menurut The Minky, lagu “Jaen Idup di Bali” sudah ditulisanya cukup lama, beberapa tahun lalu. Idenya sendiri, tak jauh dari kehidupan sehari-hari mulai dari keluarga dan lingkungan, hingga masyarakat umum. Karena iri menyakiti sesama, tinggi hati terhadap orang di sekitar, bertengkar dengan sanak keluarga sendiri, rebutan warisan,  sampai lupa akan pentingnya keluarga, pentingnya persahabatan, dan betapa pentingnya menjaga bumi Bali dari tangan-tangan orang yang tak bertanggung jawab.

“Di jaman seperti sekarang ini, kalau kita tak berusaha mengambil kesempatan, tidak bisa fokus dalam melakukan sesuatu, maka kesempatan akan diambil orang lain. Nah, semua gambaran itu saya coba tuangkan lewat lagu,” jelas The Minky kepada mybalimusic.com.

Dikatakan, seperti judul lagu, memang jaen idup di Bali kalau kita bisa hidup bermasyarakat dengan baik, pinya pekerjaan atau mata pencaharian, dan tentunya tk terbebani utang. Nah, ada juga yang bilang sing jaen ne idup di Bali,  kalau tidak disirikin teman karena kita bisa sukses, salah-salah kita dikenai pengaruh jahat.

“Lewat lagu ini saya ingin menyampaikan, jauhkan diri dari sifat iri hati, karena hal itu bisa merusak diri sendiri dan kehidupan sosial di masyarakat. Jaga hati, jaga diri, jadilah mulia setidaknya buat diri sendiri,” ujar The Minky.

Kavami band terbilang masih baru, karena baru mulai dicetuskan 22 Desember 2017. Bermula ketika The Minky sering tampil di Stel Peleng, jamming dengan Kades dan Victor. Adalah Jun Bintang yang memberi ide kenapa tidak ditetapkan saja menjadi band, tidak sekadar jamming. Nama Kavami diambil dari singkatan ketiga pendukungnya, KAdes Victor And MInky. Untuk melengkapi penampilan sebagai band, Kavami pun memudian mengajak Etha Purnawan mengisi permainan gitar.

Bermula dari iseng, Kavami mencoba menggarap lagu karya sendiri. Semua personel mendapat kesempatan menuangkan ide untuk digarap menjadi lagu. “Kavami itu seperti side project saya selain sebagai solois. Karena Victor masih bermain dengan Eminore,

Kades menjadi additional di banyak band, begitu juga Etha. Walau begitu kami semangat untuk berkarya, rekaman, dan membuat video klip. Kami pilih Jaen Idup di Bali  sebagai debut Kavami, karena banyak teman-teman suka dan memintanya,” tandas The Minky. (231)

About the author