Peringatan HUT Proklamasi di Mata Mereka

mereka

Robi, Nanoe, Jun, Dewa Sugama, Agung Wirasutha

ROBI “NAVICULA” : Negara ini dibangun oleh orang-orang cerdas dan berintegritas, dengan cita-cita mulia membangun sebuah bangsa yang besar, makmur serta dihormati oleh dunia. Sekarang dipegang dan diobral oleh para koruptor dan preman. Hal ini akan menjatuhkan martabat bangsa. Kalau generasi tahun 1928 dan 1945 memerdekakan diri kolonialis, generasi sekarang harus memerdekakan diri dari korupsi dan over konsumsi. Berpikirlah seperti Bung Hatta, Soekarno, Ki Hajar Dewantara, Kartini, dan lainnya. Cari tahu lebih dalam siapa mereka, apa cita-citanya dan lanjutkan perjuangan. Merdeka!!!

MADE NANOE BIROE : Bagi saya pribadi, peringatan HUT Proklamasi RI adalah momentum bagi kita utk mengingat sejarah, sehingga bangsa ini tidak lupa dari dan bagaimana bangsa ini berasal. Kalau kemudian ada yang menjelek-jelekkan atau merendahkan bangsa kita, ya kita jadikan motivasi untuk lebih maju saja. Mari buktikan kalau “kerendahan” untuk bangsa Indonesia tidak benar adanya. Semangat full …..

JUN “BINTANG” : Seperti halnya seorang ibu yang telah melahirkan kita, itulah arti Indonesia buat saya. Sejelek apapun Indonesia, dialah negara terbaik buat saya. Tempat saya lahir, hidup dan berkarya. Saya bangga menjadi orang Indonesia. Jadi bila ada yang menjelek-jelekkan Indonesia, sebagai anak bangsa, wajib kita bela hingga titik darah penghabisan. HUT Proklamasi hendaknya dimaknai dengan hati yang tulus akan bentuk penghormatan kita terhadap pejuang dahulu. Pemasangan bendera di depan rumah masing-masing adalah contoh kecil yang amat bermakna.

DEWA SUGAMA : Makna peringatan HUT Proklamasi untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang mana, di mana upaya mengenang itu kita lakukan melalui upaya mengisi kemerdekaan ini dengan pembangunan yg lebih baik. Misalnya saja sebagai musisi, saya mengisi kemerdekaan dengan berkarya di bidang musik dengan menciptakan lagu ‘kita untuk mereka’, berkontribusi untuk negara Indonesia tercinta. Dalam hal ini semangat bhinneka tunggal ika harus tetap ditegakkan demi keutuhan bangsa sesuai dengan amanat proklamator kita. Merdeka!!!

AGUNG WIRASUTHA : Dirgahayu RI dalam HUT ke – 68. Kalau disimak, proklamasi berisi pernyataan tentang kemerdekaan RI, bebas dari belenggu penjajah. Saat ini kita sebagai generasi penerus bangsa harus bangkit dan berjuang mengisi pembangunan. Salah satunya mengasah diri untuk berprestasi. Meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menjaga moral bangsa. Apapun penilaian bangsa lain terhadap bangsa kita, kita harus berbenah, meningkatkan rasa persatuan dan persaudaraan. Seperti slogan berbeda-beda tetap tetap satu yang harus kita junjung tinggi. Bukan sebaliknya. *adn