“Tusing Bisa Ngajiang Tresna”, Debut Widiastuti di Lagu Bali

Widi1

Widi

PERKENALKAN, satu bakat penyanyi baru dari Bangli. Namanya Putu Widiastuti. Panggilannya singkat saja, Widi. Penyanyi belia ini baru saja merilis video klip single perdananya yang berjudul “Tusing Bisa Ngajiang Tresna”. Ini menjadi debut Widi di kancah rekaman lagu berbahasa Bali, setelah cukup sering menjajal panggung kompetisi menyanyi baik di Bangli maupun Denpasar.

“Lagu ini mengisahkan tentang seorang wanita yang punya pacar yang sangat ia sayangi, sayangnya di pacar tidak bisa menghargai perasaan cewek. Malah pacarnya selingkuh dengan perempuan lain. Menariknya, si perempuan diam seolah tidak terjadi apa-apa, karena rasa sayangnya dia mau bertahan,” tutur Widi.

Meskipun baru pertama kali bersentuhan dengan dunia rekaman, dara kelahiran Bangli 10 Oktober 2001 ini sudah mulai menyukai musik sejak masih di bangku SMP. Gegara melihat kakak kelasnya bisa bermain gitar, Widi mulai meminjam gitar temannya selama seminggu untuk latihan. Berawal dari iseng, ia malah keterusan. Berawal dari sini pula, akhirnya Widi terbiasa menyanyi sembari bermain gitar sendiri.

“Awalnya sih memang susah buat nyanyi sambil main gitar, apalagi waktu itu baru pemula banget, masih minjem-minjem gitar di teman. Main sebentar, terus ntarnya diambil lagi,  sampe akhirnya setelah diambil itu saya tidak minjem gitar lagi. Untunglah ayah saya sangat mendukung agar saya bisa terus belajar main gitar sampai sekarang,” cerita dara berkulit hitam manis ini.

Sesungguhnya, Widi juga sempat berkeinginan menciptaka lagu sendiri, tapi ia merasa kata-katanya belum pas, belum bagus. Hingga seorang musisi yang diajaknya main band sejak 2016, menawarkan lagu “Tusing Bisa Ngajiang Tresna”. “Katanya, kamu cocok nyanyiin lagu ini. Akhinya saya bawakan lagu ini,” kata Widi,” cerita Widi.

Setelah keinginan untuk go public dengan memiliki rekaman sendiri dan video klip terwujud, Widi pun ingin ke depannya bisa membuat album rekaman sendiri. Tentu selain aktivitasnya bermusik dengan rekan-rekannya di ISO+ band. “Saya juga punya harapan bisa maju bersama grup band ini, bisa dikenal di kancah musik pop Bali.  Astungkara selain di Bali nanti juga bisa dikenal lebih luas lagi di tingkat nasional,” harapnya. (231)

Widi2

widi