Akhirnya, JR 17 Rilis Album “Suksma Rupaka”

JR17

JR 17

KETIKA banyak penyanyi dan grup band sudah tidak berpikir untuk mempublikasikan rekaman karya mereka ke dalam bentuk fisik, beberapa lainnya masih tetap semangat untuk bisa memilikinya. Sebut saja salah satunya JR 17, grup band yang memainkan lagu pop berbahasa Bali. Setelah setahun lebih memperkenalkan diri dalam berbagai kesempatan, akhirnya mereka merilis album yang diberi judul “Suksma Rupaka”.

Menurut Yuda, vokalis JR 17, bagaimanapun bagi satu grup band, memiliki rekaman sendiri entah dalam bentuk pita kaset, CD atau sejenisnya menjadi satu pencapaian tersendiri. Selain sebagai dokumentasi, tentunya juga untuk menunjukkan keseriusan dalam berkarya. Menariknya, JR 17 sengaja tidak mencetak terlalu banyak “Suksma Rupaka” yang dikemas ke dalam bentuk CD audio. Tahap pertama, mereka hanya mengedarkan 150 keping saja.

“Tujuan utama kami bukan pada hasil penjualannya, karena kami maklum untuk saat ini penjualan sudah beralih ke platform digital. Jadi kami pun memanfaatkan aplikasi music online seperti Joox, Spotify, Souncloud, Youtube, dn lainnya, “ jelas Yuda.

“Suksma Rupaka”, salah satu lagu JR 17 yang digunakan sebagai judul album sesungguhnya bukan lagu baru. Lagu ini juga “Tat Twam Asi” dan “Semok” sudah dipublikasikan beberapa waktu lalu secara bertahap. Termasuk “Semok” yang sudah dibuatkan video klip pula. Namun demikian Yuda membantah kalau dikatakan mini album “Suksma Rupaka” hanya merupakan kumpulan dari lagu-lagu JR 17 yang sudah cukup dikenal di kalangan penikmat lagu Bali.

“Selain tiga lagu itu, kami memasukkan tiga lagu baru , The Gengsi, Anugerah Terindah, dan Gadis Sederhana. Kami juga menambahkan dua track untuk karaoke, lagu Semok Berisi dan Suksma Rupaka. Tujuannya agar pendengar yang ingin menyanyikan lagu kami menjadi lebih mudah,” jelas Yuda.

Ditambahkan, “Suksma Rupaka” dipilih sebagai judul album karena single yang pertama kali dirilis September 2018 lalu ini banyak diminati, dan menurut pendengar saat acara on air live interview di beberapa radio, lagu yang berisi ungkapan rasa dari seorang anak yang akan pergi merantau kepada orangtuanya ini liriknya bikin baper.

“Intinya, kami berharap semoga pesan-pesan yang terdapat di dalam lagu-lagu JR17 menjadi media manyampaikan hal-hal positif melalui lagu kepada generasi muda dan masyarakat secara umum,” ucap Yuda didampingi dua personel JR 17 lainnya, Agus dan Wid.

JR-17 yang dibentuk setahun silam termasuk band yang berawal dari iseng lalu menjadi serius, hingga komitmen berkarya, dan selanjutnya biarkan waktu yang menentukan. Bermula saat Yuda dan kawan-kawan sering main musik bersama, nge-jamz bareng-bareng. Merasa ada kecocokan, Yuda, Agus, dan Wid akhirnya mencetuskan nama JR sebagai singkatan dari jamming rame-rame. Dalam prosesnya, mereka mencoba menggarap sejumlah karya sendiri dan berusaha menikmati proses apa adanya. (231)