Made Gimbal Coba Lagu Berbahasa Indonesia

gimbal1GRUP band Made Gimbal, belakangan ini cukup banyak menarik perhatian penggemar lagu berbahasa Bali. Sejumlah lagu dari album perdana mereka seperti “Gelandangan”, “Liligundi”, “Sorry Made” malah menjadi hits. Lalu bagaimana kalau mereka mencoba membawakan lagu berbahasa Indonesia? Nah, inilah yang tengah dilakukan Made Gimbal band dengan merilis dua lagu berjudul “Gadisku” dan “Menunggumu”.

Menariknya, dua lagu ini tidak dibawakan oleh Made Puja alias Made Gimbal, namun dinyanyikan oleh bassist grup ini, Tude Poled. Meski demikian tak ada yang berubah dari formasi grup. “Iya, saya yang menyanyi, tapi tetap dengan nama Made Gimbal,” ujar Tude Poled kepada mybalimusic.com.

Ketika ditanya apakah menjadi semacam kesepakatan di band, kalau untuk lagu berbahasa Bali tetap Made Puja yang menyanyi, sedangkan kalau lagu berbahasa Indonesia biar menjadi bagian, giliran Tude, dijawab sembari tertawa. “Ah, nggak begitu juga. Karena kebetulan tema lagu yang saya nyanyikan itu tentang percintaan. Katanya kalau Made sudah tidak cocok menyanyi lagu tentang cinta,” jelas Tude Poled.

Dijelaskan, sesungguhnya lagu “Gadisku” dan “Untukmu” adalah lagu lama yang sudah ada atau diciptakan oleh Made Puja tahun 1996-1997. Kalau kemudian sekarang direkam kembali dan dinyanyikan oleh Tude Poled dengan aransemen baru yang lebih modern, menurutnya hanya untuk mengenang masa-masa awal mereka nge-band.  Selain itu sangat sayang kalau lagu bagus dibiarkan begitu saja.

“Kasihan. Mumpung ada waktu luang, saya nyanyikan. Walaupun belum dibuatkan video klip, respon penikmat musik lumayan bagus. Cuma nada lagunya memang sangat tinggi,” demikian Tude Poled.

Meskipun baru muncul di blantika musik Bali dalam 2-3 tahun terakhir, Made Gimbal n’ Band sudah memulai kiprahnya sejak 1997 meski sempat beberapa kali ganti nama mulai dari RPJ, GND, juga Sarung Bracun. Kala itu, band ini lebih banyak memainkan lagu Top 40 dan kerap memainkan lagu Dire Strait, Capman, CCR, Eric Clapton, Santana, Gipsy King. Niatnya, dari Negara mereka mencoba unjuk kebolehan dengan main di bar-bar di Denpasar dan Kuta. Namun karena kesibukan masing-masing personel , hanya satu personel saja, Made Puja yang hijrah ke Denpasar.

Made Puja akhirnya tak hanya main di Denpasar dan Sanur, juga sempat mengisi pertunjukan musik di sejumlah hotel dan restauran di Austria sana. Hingga 2011 Made Puja yang beristrikan orang Austria kembali ke Indonesia saat istrinya meninggal dunia di Bali. Sejak itu, Made Puja mulai menciptakan lagu-lagu berbahasa Bali. Akhirnya rekan-rekan satu grup band yang pernah bersamanya dulu sepakat untuk berkumpul kembali, dan terbentuklah Made Gimbal n’ Band. Saat ini Made Gimbal n’ Band diperkuat Made Puja aka. Made Gimbal (vokal, gitar, harmonika), Tude Poled (bass, vokal latar), Komang Agus (gitar), Nova (drum), dan Dede Broet (keyboard). Soal nama grup Made Gimbal, tak lepas dari sang vokalis yang berambut gimbal yang memang tumbuh dengan sendirinyak, tidak disambung atau disulam. Dari sanalah muncul kesepakatan memakai nama Made Gimbal n’ Band. (231)