Ope tak Ingin Kehilangan Momen

Ope1

Ope aka. Taufik Hidayat

PERKENALKAN, namanya Ope. Solois dari Bali ini baru saja meluncurkan satu lagu sekaligus video klip berjudul “Pelangi Setelah Hujan”. Melacak ke belakang, jelas sesungguhnya Ope bukan orang baru di bidang olah vokal. Jika baru di usia menjelang kepala 3 ini ia baru merekam lagu sendiri dan mengedarkannya secara luas, tentu ada alasan kuat untuk itu.

“Salah satu hal yang kuat mendorong saya merilis single sekarang, karena saya tak ingin kehilangan momen. Saya rasa sekarang ini adalah momen yang paling tepat untuk memulai karier di industri musik,” ujar penyanyi bernama lengkap Taufik Hidayat ini di sela-sela persiapan acara launching di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Renon, Denpasar, Selasa (30/4) sore.

Lain dari itu, Ope yang sudah mulai bermusik sejak SD dan cukup lama “ngamen” di berbagai tempat hiburan ini tegas mengatakan ingin menjadi seorang ‘musisi’, bukan hanya seorang entertainer. “Yang namanya musisi ya harus berkarya. Itu kata-kata dari teman yang selalu ope saya ingat. Dan saya ingin bisa berbagi hal positif melalui karya yang saya suguhkan ke masyarakat,” ujarnya.

Ope juga menceritakan, lagu “Pelangi Setelah Hujan” tercipta pada saat ia mengikuti ajang pencarian bakat The Voice Indonesia 2018 lalu. Lagu ini tak hanya mewakili perasaannya sendiri, namun juga dibuat untuk menyemangati orang lain. ”Lagu ini mengisahkan anak muda yang berusaha untuk tetap fokus pada impiannya walaupun banyaknya ujian dan hambatan, juga banyaknya keputusasaan yang dirasakan. Tapi yakinlah, semua akan indah pada waktunya, bagaikan pelangi setelah hujan,” papar penyanyi kelahiran Klungkung, 12 Desember 1989 ini.

Lagu “Pelangi Setelah Hujan”, menurut Ope tidak secara khusus ditujukan ke satu kalangan atau satu kelompok umur. Dengan lirik yang sederhana dan mudah, lagu ini diharapkan bisa diterima semua kalangan umur. Pilihan akan warna folk, bagi Ope tak lepas dari pengaruh dua musisi kenamaan yang menjadi panutannya, Ebiet G. Ade, dan Iwan Fals. Setidaknya untuk beberapa waktu ke depan, Ope mengatakan akan konsisten menjadikan folk sebagai ciri khasnya, walau tak tertutup kemungkinan memainkan genre lain. Pun soal tema lagu ciptaannya yang terinspirasi dari alam dan kehidupan sehari-hari, tak tertutup kemungkinan juga baginya untuk menciptakan lagu bertema cinta.

Meskipun sudah memiliki beberapa lagu dan sudah cukup untuk materi satu album, Ope tak ingin terburu-buru melepas semuanya sekaligus. Ia akan mencoba memperkenalkan karyanya satu per satu sembari mengumpulkan lebih banyak penikmat lagi. “Setelah rilis single ini, tentunya saya akan lakukan kegiatan promo. Selain itu saya sedang mempersiapkan single ke-2. Saya mulai berkarya dan akan terus berkarya,” jelas penyanyi yang merasa sangat beruntung karena kiprahnya di musik didukung keluarga terutama Ibunda.

Sejatinya, Ope memulai kiprah di musik sebagai seorang pemain alat, bukan vokalis. Sejak masih belia ia sudah mempelajari beberapa alat musik. Selain bermain gitar, ia justru lebih condong mendalami instrumen drum secara otodidak. Hingga saat di bangku kuliah, tahun 2010 ia memberanikan diri menjadi seorang vokalis ketika grup band yang ia bentuk bersama teman-teman ‘kehilanga’ vokalis yang harus hijrah ke Jakarta.

Sempat vakum bermusik karena kesibukan kerja, 2013 Ope mulai mencoba terjun ke dunia musik dan bergabung dengan satu band untuk mengisi acara musik regular di beberapa tempat. Perjalanannya di band sempat mandek juga ketika sang vokalis utama meninggal dunia. Karena semangat ingin dapat berkarya dan bisa menghibur orang lain, Ope mencoba peruntungan ikut pencarian bakat The Voice Indonesia 2018 dan lolos hingga ke tahap live round. Berbekal pengalamannya itulah, kini Ope mencoba memulai kiprahnya dengan merekam lagu-lagu ciptaan sendiri. “Pelangi Setelah Hujan” adalah sebuah awal untuk itu. (231)

Ope2

Peluncuran single sekaligus video klip perdana Ope, “Pelangi Setelah Hujan”, Selasa (30/4)