Ungkapkan “Rindu” Lewat Musik Akustik

Shine Akustik
Shine Akustik

FORMAT akustik tampaknya makin banyak diminati musisi muda Bali belakangan ini. Beberapa grup sejak awal terbentuk memang sudah dikonsep sebagai band yang memainkan musik akustik. Sebut salah satunya Shine Akustik, band asal kota Negara, yang baru saja merilis video klip untuk lagu mereka yang berjudul “Rindu”.

Didukung teman-teman musisi Jempol (Jembrana Musisi Polos), Shine Akustik memperkenalkan karya baru mereka dalam satu acara di Rompyok Kopi komunitas kertas budaya Jembrana di Negara, Sabtu (27/4) silam. Tak jauh berbeda dari tiga lagu yang sudah dirilis sebelumnya, Shine Akustik masih memainkan tema cinta ala anak muda dalam balutan musik ringan sesuai namanya, akustik.

“Nggih, untuk saat ini kami masih mempertahankan apa yang menjadi ciri khas awal kami terbentuk yaitu bermain akustik. Mudah-mudahan dengan lantunan nada akustik, apa yang menjadi nyawa dari lagu-lagu kami bisa tersampaikan,”  jelas Wahyu, sang vokalis kepada mybalimusic.com.

Shine Akustik terbentuk Agustus 2017, bermula dari kumpul-kumpul di Rompyok Kopi Komunitas Kertas Budaya Jembrana, di Negara. Awalnya, tiga sekawan, Wahyu Pradista (vokal), Yoga Permana (gitar),  Dewa Astawan (keyboard) iseng mencoba membentuk grup musik. Muncullah lagu pertama yang disusul pembuatan video clip, “Ampurayang” September 2017.Namun karena saat membuat video dirasakan kurang personel, diajaklah dua personel baru, Dwiky Candra (bass) dan Era Wahyudi (cajon). Sejak saat itu Shine Akustik memulai kiprahnya di musik dengan beranggotakan lima orang. Usai itu, Shine Akustik tancap gas dengan menggarap lagu kedua, “Tresna Tusing Meaji” yang dirilis sebulan kemudian.   Selain dua lagu tersebut, 2018 lalu Shine Akustik juga melepas “Pujaan Hati” dan “Rindu” namun masih dalam format video lirik. Baru di tahun 2019 ini, “Rindu” dibuatkan video klipnya. (231)

About the author