Lewat Lagu, The Rocknest Bicara Kebersamaan

rocknestAPA jadinya apabila sejumlah musisi lawas, musisi senior berkumpul dan membentuk satu grup musik? Seru, itu sudah pasti. Menariknya, bila mereka masih setia membawakan warna musik atau nuansa musik pada eranya terdahulu. Inilah yang terjadi pada Rocknest, grup musik rock asal kota pelangi, Tabanan.

Tak ingin hanya jadi band tanpa karya sendiri, mereka pun sudah menyelesaikan rekaman satu lagu yang diberi judul “Kita Bersama”. Lagu ini sedianya akan diperkenalkan secara luas dalam satu acara di Denpasar, 1 Juni mendatang.

“Lagu ini saya buat saat mulai bersama The Rocknest, setelah lama vakum dari aktivitas bermusik, nge-band. Kami mencoba mengangkat  tema universal, tentang kebersamaan. Mau dibawa ke komunitas bisa, ke percintaan pun bisa,” jelas Gung Arya, personel yang paling akhir bergabung di The Rocknest dan kebagian mengisi permainan keyboard.

Semangat personel The Rocknest untuk turut meramaikan blantika musik Bali tentu tanpa alasan. Selain tak ingin dikenal hanya nama tanpa karya, mereka pun berkarya karena memang cinta pada musik, dan sulit dilepaskan dari musik yang sudah menjadi hobi juga jiwa bagi masing-masing personel.

The Rocknest mulai dibentuk di Tabanan 10 Oktober 2015. Dengan personel awal Deding (vokal), De Kakul (gitar), Udic (bass), dan Mang Way (drum), The Rocknest banyak membawakan lagu-lagu cover dari grup kesenangan mereka seperti Loudness.

Dalam perjalanannya, posisi Deding sebagai vokalis digantikan Jung Cahya. Pergantian formasi ini juga berdampak ke warna musik yang dimainkan. The Rocknest kemudian beralih ke lagu-lagu Halloween, dan akhirnya sepakat menjadikan heavy metal sebagai corak musik. Semangat untuk menjaga eksistensi The Rocknest kian bertambah dengan bergabungnya Gung Arya sebagai keyboardist. Sebelumnya Gung Arya pernah nge-band bersama Ganesh, bahkan sempat menjajal blantika musik nasional dengan merilis album kompilasi Pesta Grup (1997) di bawah label Musica Studio. (231)