Jenuh dengan Situasi Sosial, Namsore Garap “Bergegas”

Nam1

Namsore band, dari kiri ke kanan: Wira, Dopel, dan Tom

BOSAN, jenuh dengan situasi sosial kemasyarakatan yang sarat konflik? Debat politik, isi SARA, perseteruan antarormas, gossip dan konflik sesama artis? Tak usah ikut terbawa arus dan larut di dalamnya. Sikapi dengan tenang dan pikiran positif, siapa tahu malah jadi ide bagus untuk memunculkan lagu dengan tema berbeda.

Itulah yang dilakukan Tom, bassist grup band Namsore. Jenuh dengan suasana dan berita sosial di sekitar, malah memberinya inspirasi untuk menggarap satu lagu. Jadilah “Bergegas”, single terbaru yang akan dirilis bersamaan dengan video klipnya, awal Mei nanti. “Lagu ini saya ciptakan 2017, terinspirasi dari berita di media sosial, televisi. Rasanya gundah melihat semua, sampai muncul ide untuk membuat lagu dengan tema yang beda,” ujarnya kepada awak media di Denpasar, Selasa (23/2) sore.

Sementara itu Wira, sang vokalis menambahkan, acara peluncuran single kedua Namsore ini juga dikaitkan dengan aksi sosial terutama kepedulian terhadap lingkungan dengan gerakan mengurangi sampah plastik. Bahkan bekerjasama dengan salah satu tempat perbelanjaan, grup ini menyiapkan tas ramah alam dengan pesan-pesan peduli lingkungan.

Masih seperti single pertama “Muak” yang dirilis Maret lalu, Namsore dengan formasi Wira (vokal, gitar), Tom (bass, vokal latar), dan Dopel (drum, vokal latar) tetap  setia dengan genre pop punk rock. Meskipun Dopel, sang drummer menyatakan mereka tak berniat mengkotakkan diri hanya bermain satu warna musik saja. “Siapa tahu nanti kami menggarap lagu, tiba-tiba ada bagian musiknya enaknya dimainkan sambil goyang misalnya. Jadi kami tidak membatasi diri harus satu jenis musik saja,” kilahnya.

Meskipun ketiga personel Namsore punya kesibukan pekerjaan masing-masing, namun semangat band yang dibentuk 18 Juli 2018 ini dalam bermusik terbilang cukup kencang. Belum lagi tuntas rencana peluncuran single “Bergegas”, menurut Wira, bulan depan Namsore sudah ambil ancang-ancang untuk rekaman single berikutnya. Ketika ditanya apa yang membuat mereka semangat bermusik, Wira memberi alasan tersendiri.

“Sebenarnya, awalnya coba-coba dan untuk senang-senang saja. Cuman ketika kami bertiga mulai klik bermain, yang kami rasa kok kayaknya jadi seperti sambil menyelam minum air. Sembari menjalankan hobi, ya memenuhi jiwa kami yang memang di musik,” terang Wira.

Dijelaskan, setelah cukup lama vakum dari kegiatan bermusik, Wira yang sebelumnya punya band Chick Magnet, merasa ingin mencoba sesuatu yang berbeda ketika jenuh dengan rutinitas pekerjaan. Sembari mengasuh dan membimbing anak agat tidak pergi jauh dari rumah, Wira mencoba memanfaatkan studio musik kecil yang ada di rumah. Justru saat itulah keinginannya untuk menyanyi lagi dan menyalurkan kreativitasnya di musik. Awalnya tak tahu harus mulai dari mana, sampai ia terpikir untuk mengajak dua rekannya, Tom dan Dopel untuk bermusik lagi. Jadilah Namsore, yang langsung tancap gas untuk menghasilkan karya sendiri.

“Lain dari itu, alasan paling mendasar, mengapa kami senang dan semangat untuk bermusik lagi, karena keluarga sangat mendukung, orangtua juga men-support kami,” ucap Tom dan diiyakan Dopel serta Wira. (231)

Nam2

Namsore Band