Lolot dan Lolak “Tujuhbelasan ” di LP

Lolot tampil akustik di LP Kerobokan

Lolot tampil akustik di LP Kerobokan

MERAYAKAN Hari Kemerdekaan Republik Indonesia bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Mulai dari pengibaran bendera di puncak gunung sampai ada pula yang melakukan pengibaran bendera di dalam laut. Penyanyi Bali Lolot dan pelawak Lolak tahun ini memilih merayakan hari kemerdekaan dengan tampil di dalam Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan. Bagi Lolot dan Lolak ini kali pertama mereka tampil dihadapan ratusan warga bianaan di LP kelas 2A Kerobokan. Lolak khususnya memang sudah penasaran ingin melihat situasi di dalam LP terbesar di Bali itu sehingga akhirnya memutuskan untuk tampil menghibur bersama Yayasan Kesnian Bali bentukannya di dalam LP.

Seperti tahun sebelumnya, peringatan hari kemerdekaan RI di LP Kerobokan dimulai dengan upacara pengibaran bendera dan pembacaan Remisi. Tahun ini sebanyak 610 warga binaan yang diusulkan untuk mendapatkan Remisi serangkaian HUT Kemerdekaan RI, dan sebanyak 202 sudah disetujui mendapat pemotongan masa tahanan yang beragam antara 1 sampai 6 bulan.

Pelawak Lolak (tengah) tampil di LP Kerobokan, 17 Agustus 2013.

Pelawak Lolak (tengah) tampil di LP Kerobokan, 17 Agustus 2013.

Usai upacara pengibaran bendera, seperti sudah dinanti nantikan oleh warga binaan LP Kerobokan, Lolak tampil dengan dua rekan pelawak lainnya. Lewat banyolan khasnya Lolak cepat mencairkan suasana. Tawa pecah diantara ratusan warga binaan yang menyaksikan penampilan Lolak di lapangan terbuka LP Kerobokan. Tidak hanya melawak, pemilik nama asli Made Arimbawa yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), menyelipkan kritikan-kritikan terhadap pemerintah terkait situasi di dalam LP. Tidak lupa, Lolak juga memberikan semangat kepada para warga binaan untuk tetap berbuat positif selama menjalani masa tahanan. Lolak mengajak warga binaan untuk mengisi waktu dengan berkesenian atau melatih keterampilan selama di dalam LP.

Di sela-sela lawakan Lolak, tampil juga penyanyi Bali Lolot. Lolot membuka penampilannya dengan tembang lama “Tresna Memaksa”. Lagu dari album pertama Lolot “Gumine Mangkin” tahun 2003 itu masih akrab ditelinga warga binaan. Banyak yang ikut bernyanyi dengan Lolot yang tampil santai dengan satu gitar akustik.
Lagu “Ulian Punyah” menjadi lagu kedua Lolot yang juga adalah lagu permintaan dari para warga binaan. Tidak banyak interaksi Lolot dengan penonton, dia hanya mengungkapkan perasaannya senang bisa tampil menghibur para warga binaan di hari jadi RI itu. Sebagai penutup, Lolot membawakan dua single terbaru miliknya yaitu “Capung Gantung” dan “Tembang Jaruh”. Tak lupa dia meneriakkan kata “Merdeka” mengakhiri penampilannya di LP Kerobokan. *nag

Suasana peringatan HUT Kemerdekaan RI di LP Kerobokan, 17 Agustus 2013

Suasana peringatan HUT Kemerdekaan RI di LP Kerobokan, 17 Agustus 2013