“Opsi Terakhir” EMA, Bangkit dari Keterpurukan

EMA

Grup band EMA, dari kiri ke kanan : Arim, Wahyu, Agas, Maruta

MENDENGAR kata opsi terakhir, biasanya berkaitan dengan keadaan terdesak atau kepepet sehingga harus diambil pilihan atau opsi terakhir yang tak lebih baik dari opsi lain. Lalu ketika grup band EMA merilis lagu baru berjudul “Opsi Terakhir”, maknanya tidak demikian. Justru bagi mereka, ini bisa bermakna semangat untuk bangkit. Kok bisa?

“Iya. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang sedang terpuruk dalam kehidupannya. Banyak cobaan yang menghampiri. Walau begitu, dia tetap berusaha dan tidak putus asa. Karena hanya dengan bangkit dan berusahalah masalah tersebut akan terselesaikan, dan itu adalah opsi satu-satunya atau opsi terakhir yang bisa diambil,” papar Arim, vokalis EMA, kepada mybalimusic.com. di Denpasar.

Lewat single yang baru saja dirilis melalui platform musik digital seperti Reverbnation ini, EMA berharap apa yang mereka tuangkan di dalam “Opsi Terakhir” dapat memberikan suntikan semangat dan memunculkan optimisme dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Jadi tak hanya berdiam diri dan putus asa akan keterpurukan.

Lagu “Opsi Terakhir” menjadi single ke-3 yang diluncurkan EMA setelah “Pagi” (2017) dan “Penyiksa” (2018). Pemunculan EMA berawal Berawal dari ‘reuni’ sempat sahabat yang sama-sama alumnus salah satu SMA di Singaraja. Kebetulan mereka sama-sama melanjutkan kuliah di Denpasar sejak 2012. Maka Tepat 5 Maret 2014, Agas, Arim, Wahyu dan Maruta yang sama-sama gemar bermusik, sepakat membentuk band.

Menurut Arim, nama EMA muncul secara spontan ketika muncul secara spontan ketika salah satu personel tidak sengaja menanggapi cerita teman lainnya, “Sudahlah, jangan dipikir, enaknya kita musikin ajalah. Ayo dah jamming lagi”. Muncullah nama EMA sebagai singkatan dari kalimat “Enaknya di-Musikin Aja”. Pilihan akan warna musik rock tak lepas dari suara khas Arim sang vokalis, tajamnya distorsi gitar yang dimainkan Wahyu, pesona Maruta sebagai drummer, hingga tebalnya suara bass yang dibetot Agas. EMA pun merasa cocok dan nyaman bermain di jalur ini. (231)