The Wheels Kembali dengan Kritik Sosial

Wheels

The Wheels, dari kiri ke kanan:Opeix, Syazli, Andrey dan Vico

GRUP band rock dari Bali, The Wheels, kembali unjuk karya. Masih dalam suasana pascaPemilu, mereka merilis satu lagu baru yang diberi judul “Kekuasaan”. Sarat dengan nuansa kritik sosial, lagu yang diciptakan Opiex sang vokalis, liriknya terinspirasi dari banyaknya kasus lahan atau tanah yang “dirampas”, pun tambang-tambang yang “digadaikan” kepada penguasa uang.

Intinya, “Kekuasaan” menyuarakan kenyataan yang banyak ditemui tentang kegelisahan dan amarah di masyarakat bawah selama beberapa tahun terakhir. Bisa juga dipandang sebagaikritikan terhadap aparat dan penguasa yang masih semena-mena memperlakukan rakyatnya, “Di lagu terbaru ini kami mencoba meneriakkan apa yang mereka (suara rakyat) perjuangkan demi keadilan lewat lagu dan karya kami,” ujar Opeix.

Di karya terakhirnya ini, The Wheels yang terbilang sebagai salah satu band rock senior dari Bali, didukung formasi terbaru Opex Alkathery (vokal), Syazli Said (gitar melodi), Vico Halik (bass), dan Andrey Parengkuang (drum, perkusi). Meskipun beberapa kali ganti personel, The Wheels berusaha untuk bisa tetap eksis meramaikan musik di Bali. Apa yang membuat mereka begitu semangat untuk bertahan dan tetap berkarya?

“Semangat untuk terus berkarya itu selalu saya tekankan buat teman-teman di The Wheels. Sepanjang Tuhan masih memberikan kita nafas kehidupan, jangan pernah berhenti untuk berkarya, karena sejatinya musisi ya seperti itu,” jelas Deddy Said, salah satu pendiri sekaligus gitaris awal The Wheels yang kini lebih banyak berada di belakang layar.

The Wheels yang mulai muncul di awal 2000-an, dikenal sebagai band Bali dengan personel yang sangat matang dalam permainan. Konsusten memainkan musik rock klasik sejak awal pemunculannya, The Wheels merilis sejumlah rekaman, di antaranya tiga album, “Fanatisme Gila” (2005), “Hingar Bingar Rock n’ Roll” (2007), “Rocker Cilik” (2008), dan “Feels Like Stranger” (2010). Bahkan album “Rocker Cilik” yang dirilis dalam format CD audio, sempat diminati salah satu label Ibukota dan diambil untuk edar secara nasional di tahun 2009. (231)