Curhat Colongan di Lagu Baru Ikrar Karib Dua

IKD

Ikrar Karib Dua: Ive Antara dan Gus Ari

JIKA musik sudah menjadi lebih dari sekadar hobi, sudah menjadi jiwa, maka kreativitas akan terus berlanjut meski dalam kondisi bagaimanapun. Inilah yang dirasakan betul oleh Ive Antara dan Gus Ari, dua musisi muda yang mencetuskan nama Ikrar Karib Dua. Setelah merilis single “Saudaraku Menjadi Hantu” November 2018, mereka mencoba memperkenalkan karya baru “Tunggu yang Tak Ada”.

“Untuk konsep bermusik, hampir sama dengan single sebelumnya. Beda masalah tema saja. Kalau di lagu pertama kami lebih mengkritik orang yang suka mengharam-haramkan sesuatu, nah lagu kedua ini mengangkat tentang rasa frustrasi.  Sama kiranya seperti kami berdua dulu sempat dua kali membentuk band, namun tak kunjung berhasil merampungkan karya. Jadi ya … bisa dikatakan lagu ini semacam curhat colongan,” terang Ive kepada mybalimusic.com sembari tertawa.

Sebetulnya tantangan bagi Ive dalam bermusik belum bisa dibilang susah kelar. Saat ini hingga beberapa waktu ke depan, Gus Ari harus tinggal di Jogjakarta. Mau tak mau untuk tetap menyambung aktivitas Ikrar Karib Dua, ia menggandeng Lingga Rama Svami yang mengisi permainan drum. Rilis “Tunggu yang Tak Ada” juga dibarengi dengan perilisan video klip yang digarap videographer Renggadwitya.

Menurut Ive, selepas ini Ikrar Karib Dua akan terus menghasilkan karya rekaman. Sekalipun sudah memiliki 9 lagu, namun belum berani pasang target membuat album. Bahkan di bulan ini, duo yang masuk sebagai salah satu unggulan Pendatang Baru Terbaik Anugerah Musik Bali 2019 ini juga akan rekaman 2 lagu sembari memikirkan konsep video klipnya.  “Selain itu, kami juga perlu mencari panggung terus untuk promo dan agar dekat dengan komunitas musik indie di Bali. Bagi kami, yangyg paling bahagia dari ngeband itu, punya banyak teman,” pungkas Ive. (231)