Ed Eddy Bangkit Kembali dengan “Nyanyian Jurkam”

Edi2

Ed Eddy & Residivis, dari kiri ke kanan: Guguk, Chalie, Ed Edyy, Igo, dan Dinor

SEBELAS tahun vakum, band fenomenal dari Bali, Ed Eddy & Residivis bangkit kembali. Berbarengan dengan suasana Pemilu, mereka merilis single berjudul “Nyanyian Jurkam”. Lagu ini mulai diperkenalkan ke penikmat musik akhir pekan lalu dalam satu acara bertajuk “Justice for All” di Antida Soundgarden, Denpasar.

Masih dimotori Ed Eddy dan Igo, dari judulnya saja sudah bisa ditebak, “Nyanyian Jurkam”

Mengangkat tentang situasi menjelang Pemilu. Tak ubahnya lagu “Wakil Rakyat” Iwan Fals yang mengkritik dan berpesan untuk para anggota dewa, begitu juga “Nyanyian Jurkam”. Kritik tersampaikan lewat lirik lagu bagi para calon anggoa legislatif  yang berlomba-lomba memberikan janji-janji manis saat berkampanye namun teramat sangat susah untuk memenuhi atau mewujudkannya saat mereka benar-benar terpilih.

Muncul di era musik yang makin berkembang, Ed Eddy Residivis masih didukung formasi sama, Ed Eddy (vokal), Chalie Said (gitar melodi), Igo (gitar ritem), Goeguk  (bass) dan Dienor (drum). Untuk proses rekaman “Nyanyian Jurkam”, mereka juga dibantu Gde Kurniawan yang meramu musik, ditambah permainan harmonica dari Frandi Abdi Putra serta keyboard oleh Windu Estianto.

Ed Eddy & Residivis sejatinya sudah mulai dibentuk sejak 2006. Sempat berganti konsep dan ganti personel, termasuk berurusan dengan hukum gara-gara satu lagu berjudul “Anjing” yang disangkakan menghina aparat, band ini akhirnya muncul dengan konsep baru. Mei 2008, mereka pun melepas album “Lagu Kita Orang Indonesia” yang mengedepankan beberapa lagu seperti “Pistol dan Amunisi” juga “Ritual Senin Pagi”. Menariknya, lagu “Anjing” tak masuk album alias “dipetieskan”. Baik Ed Eddy maupun Igo sepakat untuk konsisten, takkan mengubah lirik lagu sebagaimana banyak disarankan, pun tak merilisnya untuk mentaati keputusan hukum.

Menariknya, tak lama selepas rilis CD audio “Lagu Kita Orang Indonesia”, Ed Eddy harus hijrah ke Australia, hingga grup ini pun vakum. Kesempatan untuk berkumpul dan berkarya kembali tahun ini, langsung dimanfaatkan. “Nyanyian Jurkam” menjadi permulaan setidaknya mengingatkan kembali penikmat musik di Bali akan keberadaan grup yang sangat pantas diperhitungkan ini. (231)

Edi1