Ada yang Beda di Album ke-2 #AkeBuleleng

Ake3

Grup band #AkeBuleleng

GRUP band #AkeBuleleng memenuhi janjinya untuk merilis rekaman baru di awal tahun ini. Satu album bertajuk “Semangat Berkarya” diluncurkan dalam satu acara di studio musik Demores, Singaraja, 31 Maret lalu. Gde Kurniawan, salah satu pentolan band ini menyatakan, “Semangat Berkarya” menjadi bukti eksistensi #AkeBuleleng” dalam bermusik sekaligus sebagai wadah untuk berekspresi dan berkesenian.

Dibandingkan dengan album pertama yang dirilis 2017, kali ini jelas terasa perbedaan dalam karya yang dihasilkan #AkeBuleleng. “Kalau di album pertama masih ego-egonya, aransemen banyak dan padat, akibatnya pas main live jadi susah, hehehe. Nah, sekarang di album ke-2, garapan musiknya lebih simpel, jadi kami bisa lebih bertanggung jawab kalau manggung,” jawab Gde Kurniawan.

Judul “Semangat Berkarya” sengaja dipilih untuk album yang memuat 7 lagu berbahasa Bali dan 2 lagu berbahasa Indonesia ini dengan harapan dapat membakar semangat khususnya personel #AkeBuleleng dan semua musisi Bali umumnya  untuk terus berkarya.

Ketika ditanya alasan untuk tetap merilis satu album, sementara sekarang banyak penyanyi dan grup band memilih bermain aman dengan cukup merilis single, Gde Kurniawan hanya tertawa dan menjawab santai. “Kebetulan kan ada studio sendiri, jadi bisa rekaman setiap saat. Hehehe, begini, bagi kami, tetap menjadi satu kebanggaan bisa punya album,” kilahnya.

Jika kemudian penggarapan “Semangat Berkarya” memakan waktu setahun, kiranya sangat bisa dimaklumi. Proses rekaman dilakukan secara bertaha mengingat kesibukan masing-masing personel, baik dalam pekerjaan maupun kesibukan di luar profesi. Sebelum album ini dilepas, #AkeBuleleng sudah memperkenalkan beberapa single seperti “Perbedaan Bukan Alasan”, “I Kaku”, “Raskacinta Pertama”, dan “Semangat Berkarya” yang ditaruh sebagai lagu pembuka album. Selain itu juga ada lagu “Paedah”, “Sahabat Sejati”, “Suksma Meme lan Bapa”, “Lagu Luu” dan “Depang Anake Ngadanin”.

Dirintis sejak 2015, #AkeBuleleng baru dibentuk secara resmi 30 Maret 2016. Setahun kemudian, tahun 2017 mereka merilis album pertama “Yuk ke Buleleng”. Awalnya grup ini didukung tujuh personel, dengan komposisi tiga pemain musik — Budi Kurniawan (drum), Ngurah Noky  (bass), dan Gde Kurniawan (gitar) dan empat vokalis yang tampil secara bergantian, Yoga, Andik, Agus Adyatmika, dan Pande Unyil.  Namun saat ini #Akebuleleng hanya berlima, minus Yoga dan Andik. Nama #Akebuleleng dipilih karena memberi inspirasi satu kata satu daerah dengan rasa kebanggaan. Meskipun kata ‘Ake’ bagi sebahian besar masyarakat Bali terkesan agak kasar, namun bagi orang Buleleng, sebutan Ake menunjukkan makna kedekatan antar satu dengan yang lainnya. (231)

Ake2

#AkeBuleleng