Ikuti Jejak Bunda, Rilis Album Rekaman

NA1
Nanik Anettya

BUAH jatuh tak jauh dari pohonnya. Itulah gambaran Nanik Anettya yang mengikuti jejak sang Bunda — penyanyi lagu pop Bali Ayu Waden — untuk berkiprah di jalur rekaman lagu berbahasa Bali. Baru saja, ia merilis mini album berjudul “Alasan Tiang Dini”. Menariknya lagi, jika tiga tahun silam Nanik mendukung album “Nagih ATM” nyanyian bundanya, kali ini giliran sang ibu yang turut meramaikan album anaknya.

“Saya berani dan semangat merilis rekaman ini karena dukungan Bunda yang juga menjadi manajer saya,”ujar Nanik kepada mybalimusic.com di Denpasar, Selasa (26/3).

Meskipun didukung penuh oleh orangtua, Nanik membantah jika dikatakan ia menyanyi karena ingin mengikuti Bunda. Kebetulan, ia sendiri sudah suka menyanyi sejak masih kecil, bahkan sering ikut lomba-lomba. Jika kemudian biduanita  bernama lengkap Tantri Kusuma Dewi ini lebih memilih untuk menyanyikan lagu berbahasa Bali, menurutnya semata-mata karena banyak lagu Bali yang mengandung arti mendalam. Begtu juga pemilihan kata-kata dan penggarapan musiknya.

Di bawah bendera AW Production, Nanik melepas mini album “Alasan Tiang Dini” mulai diperkenalkan kepada publik sejak 23 Maret lalu, bertepatan dengan hari ulang tahun sang Bunda, penyanyi pop Bali Ayu Waden. Rekaman ini memuat lima lagu, satu lagu dinyanyikannya duet dengan sang bunda, Ayu Waden, dan dua lagu duet dengan Agung Dyandana. Meskipun mini album dan tak beraharap muluk-muluk, namun Nanik tak mau sembarangan. Bahkan ia menggandeng banyak nama yang sudah terbilang kawakan di kancah rekaman lagu berbahasa Bali. Sebut misalnya pencipta lagu semisal Mang Raka, Panji Kuning, Dewa Mayura, dan Dwi Negari (Jro Eling).

Mengenai lagu “Alasan Tiang Dini” yang dijadikan unggulan, Nanik menjelaskan, lagu ini memang mengangkat tema cinta tapi dalam konteks luas, bukan hanya kisah antara kekasih, namun juga cinta kasih pada keluarga. Melalui lagu ini ia berharap dapat menebar cinta kasih bagi masyatakat luas, sebaliknya secara tak langsung juga menikmati cinta kasih dari penggemar.

Meskipun menyadari terjadi pergeseran dalam blantika rekaman, di mana karya lagu dalam bentuk fisik seperti CD tak banyak lagi peminatnya, namun Nanik optimis jika lagu-lagu Bali tetap mendapat tempat di hati penggemar. Setidaknya, ia masih bisa berbagai hiburan dengan pecinta lagu Bali. “Kondisi menurunnya penjualan CD tak bisa dimungkiri, tapi di sisi lain, kini masyarakat lebih mudah mengenal dan menikmati lagu-lagu Bali,” kilahnya.

Penyanyi kelahiran Abiansemal, 15 Juni 1991 ini mulai turut rekaman awal 2016 silam, dengan mengisi lagu “Candu-candu Tresna” di album “Nagih ATM” Ayu Waden. Hampir tiga tahun berlalu, barulah nama Nanik muncul lagi dan kali ini tak lagi sebagai _guest star_ tapi dominan di satu mini album. Keinginannya setelah ini sederhana saja, tetap bisa menghasilkan karya baru lagi nanti. (231)

NA2
Nanik Anettya

 

About the author