“Wayan di Rantauan”, Kisah Pria tak Dianggap Awalnya

703

Grup band 703

MARAKNYA pemunculan grup band dan penyanyi baru di kancah musik Bali, secara tak langsung memunculkan persaingan ketat dalam merebut perhatian penikmat musik. Hal ini juga dirasakan grup band 703. Namun ketatnya persaingan tak menyurutkan semangat 703 untuk tetap berkarya. Salah satunya dengan merilis single baru berjudul “Wayan di Rantauan”. Bahkan 703 juga tengah merampungkan materi untuk album ke-4 yang diharapkan bisa rilis tahun ini juga.

“Ada banyak alasan yang membuat kami tetap semangat berkarya. Selain kami yakin masih ada penggemar yang menyukai karya kami, juga karena kami memang sudah lekat dengan musik dan alam seperti merespons dengan memberi ide-ide untuk garapan lagu baru,” ujar Toe, vokalis sekaligus gitaris 703.

Lagu “Wayan di Rantauan” yang juga sudah dibuatkan video klip, terinspirasi dari pengalaman Toe sendiri. Bagaimana seseorang yang awalnya sering diremehkan, tak pernah dianggap, karena berasal dari keluarga tak mampu, karena jengah mencoba mengadu nasib di perantauan. Dengan semangat dan tekad yang kuat, Wayan bisa berkembang, seperti ada sebutan from zero to hero. Setelah “jadi orang”, barulah satu per satu mendekat padanya. Namun ketika Wayan mengalami kemunduran, terjatuh, satu per satu orang yang dulunya dekat meninggalkannya.

“Begitulah seperti sering terjadi, banyak yang dekat dan mau berteman dengan kita karena ada maunya saja. Ini menjadi pemicu, menggelorakan semangat untuk bangkit kembali,” tambah Toe.

Meskipun “Wayan di Perantauan” menjadi semacam pemantik menuju album ke-4, namun menurut Toe, lagu ini yang digarap bersaa Gus Wah (bass) dan dipercantik dengan isian gitar dari Gung Gepeng (Di Ubud Band) ini tak termasuk dalam daftar lagu di album baru nanti. Ada 9 lagu baru yang sudah rampung dan tengah proses akhir, termasuk akan ada satu lagu yang agak berbeda dari nuansa musik 703 selama ini, dan diharapkan bisa menjadi hits nantinya. “Kalaupun Wayan di Perantauan” nanti masuk, mungkin sebagai  bonus track,” demikian Toe.

Grup band 703 yang dibentuk tujuh tahun silam, pertama kali memperkenalkan karya melalui album “Pengaruh Jaman” yang dirilis November 2012. Disusul album ke-2 “Api Cemburu” yang dirilis Januari 2015, dan album ke-3 “Terbitlah Terang” 2017, dan terakhir single “Wayan di Rantauan”.  Dalam perjalanannya, Toe yang punya asli Putu Darmawan tak memungkiri, agak sulit mempertahankan formasi grup karena kesibukan dan alasan masing-masing personel. Karenanya untuk saat ini, 703 hanya menyisakan dua personel sebelumnya Toe dan Gus Wah. Untuk proses rekaman, mereka dibantu sejumlah musisi lain untuk mengisi drum dan gitar.

Toe sendiri awalnya dikenal bermain di band underground, tepatnya band yang memainkan musik hardcore. Awalnya hanya menjadi player, pemain musik. Bersama grup Total Shit ia menjadi jadi gitaris, lalu bergabung di grup band lagu Bali, Mercy menjadi bassist. Barulah di tahun 2012 ia memutuskan untuk berkarya sendiri, membentuk grup baru dengan nama 703, di mana selain jadi vokalis juga main gitar. (231)