Ulang Tahun, LS Luncurkan Lagu Baru di Panti Asuhan

LS3

Leeyonk Sinatra di tengah-tengah pengurus dan anak-anak Panti Asuhan Semara Putra

ADA yang berbeda dari perayaan ulang tahun grup band Leeyonk Sinatra (LS). Jika sebelumnya, seperti kebanyakan grup band lain menandai hari jadi dengan konser atau manggung, di usia ke-5 tahun ini, LS memilih untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Berkunjung, menyampaikan bantuan sosial sekaligus menghibur, itu yang dilakukan LS Sabtu (23/2) di Panti Asuhan Semara Putra, Klungkung. Momenmomen berbahagia itu juga sekaligus diisi dengan peluncuran lagu terbaru sekaligus video klip “Happy Birthday”.

“Intinya kami ingin melakukan sesuatu yang beda, sekaligus berbagi dengan timpal sederhana,” ujar Indra alias Bolo, gitaris LS.

Bertatap muka dengan anak panti yang sebagian penyandang disabilitas, makan siang bersama sekaligus menghibur mereka, itulah yang dilakuan Yudi, Bolo, dan Jigo. Ternyata sebagian dari anak-anak tersebut ternyata penggemar LS juga. Mereka pun turut menyanyi ketika hits seperti Tetep Mekenyem dinyanyikan. Tentu saja, lagu baru “Happy Birthday” tak lupa dibawakan secara live.

Bicara soal “Happy Birthday”, Bolo mengatakan konsep lagunya sudah ada dua tahun yang lalu, namun baru bisa diwujudkan sekarang. Pada dasarnya LS ingin punya satu lagu yang bisa dinyanyikan siapa saja, kapan saja. Pilihannya jatuh pada lagu dengan tema ulang tahun. “Selama  ini lagu ulang tahun termasuk jarang, yang paling banyak dikenal ya seperti lagunya Jamrud. Nah, kami ingin membuat satu lagu yang bisa dinyanyikan tiap hari, kan tiap hari ada saja yang berulang tahun,” kilah Bolo didampingi Yudi dan Jigo.

“Happy Birthday” menjadi lagu pertama LS yang secara keseluruhan liriknya menggunakan bahasa Indonesia. Bukan tanpa alasan, karena mereka ingin lagu ini juga bisa diterima lebih luas secara nasional. Namun demikian tak berarti LS akan beralih ke lagu-lagu berbahasa Indonesia dan berhenti membuat lagu berbahasa Bali.

“Nggak begitu juga. Memang kami akan menciptakan lagu berbahasa Indonesia lagi, tapi tak semuanya. Selama ini lagu-lagu kami juga tidak semuanya berbahasa Bali,” Komentar Bolo.

Ditambahkan, momentum peringatan 5 tahun LS juga menjadi semacam titik balik, sekaligus pendewasaan bagi para personelnya. Dewasa dalam bermusik, juga dewasa dalam berinteraksi satu sama lain. Diakui Bolo, beberapa waktu terakhir interaksi antarpersonel sangat terbatas, mereka lebih sering bertemu hanya di atas panggung saja. Selepas itu komunikasi agak sulit. Namun sekarang mereka mencoba menata lebih baik lagi segalanya, dengan ide-ide segar untuk mempertahankan eksistensi LS.

Satu hal yang berubah dari LS, kata Bolo, jika sebelumnya tiap akan tampil di manapun, dalam riders band pasti tercantum minuman beralkohol. Namun sejak enam bulan terakhir mereka sepakat untuk menghapus itu dan menggantinya dengan susu. “Hasilnya, kami merasa lebih fresh. Dulu kalau lihat video rekaman saat main, kok kesannya bagaimana ya. Nah, kami mencoba untuk berbenah, hasilnya bisa dilihat sekarang,” pungkas Bolo.

Kiprah Leeyonk Sinatra di musik sudah dimulai sejak 2003. Ketika itu I Putu Indra Pratama alias Leeyonk bersama Kejot (drum) dan Alit Budiarta (bass) membentuk band dengan nama Leeyonk Ajak Telu yang memainkan musik punk rock berbahasa Bali.karena kesibukan masing-masing personel, grup ini resmi membubarkan diri di tahun 2007. Sebelumnya mengisi kekosongan, Indra sempat mencoba bersolo karier dengan membuat single pertama “Tari Sing Pedidi” mulai menggunakan nama Leeyonk Sinatra. Nama ini dipilih tak lepas dari kekagumannya terhadap sosok penyanyi legendaris dunia, Frank Sinatra. Bahkan nama Sinatra juga disematkan untuk nama putranya.

Tahun 2009 Indra dibantu rekannya Bagiok membuat project lagu berbahasa Bali dengan campuran bahasa Indonesia dan Inggris, di bawah label Ba ‘n Ba Studio. Cukup lama project ini dirintis hingga 2013 ia bertemu vokalis Yudi Dharmawan. Berawal dari obrolan ringan, Indra mengajak Yudi yang saat itu sudah mempunyai band bernama Wangsa untuk bergabung sebagai vokalis Leeyonk Sinatra. Makin lengkap setelah Indra bertemu dengan pemain keyboard Jiggo yang menjadi pentolan grup musik etnik Palawara.

Di tahun 2014, muncullah album pertama LS, “Bahagia Itu Sederhana” yang memunculkan hits seperti “Inget kamu”, “Tolong Kabarin”, “Mampu Mengerti”, “Bahagia itu Sederhana”, “Tetep Makenyem”, dan “Hilang”. Album kedua, “Kisahmu Ceritaku” dirilis 2016 dengan mengedepankan lagu seperti “Lelah Dilanda Rindu”, “Kisahmu Ceritaku”, “Aku jak Kamu”, dan “Nu Tetep Makenyem”. Selain itu mereka juga merilis beberapa single termasuk “Sing Mejudul” “Falling in Love” (bersama Diana Prasta), dan sekarang yang terbaru, “Happy Birthday”. (231)

LS1

Leeyonk Sinatra, dari kiri ke kanan: Yudi, Bolo, dan Jigo