Tiga Sekawan Nyanyi Lagu Pop Bali

Triolin pop Bali

Triolin: Lingga, Nando, Indira

DI tengah keprihatinan akan maraknya anak-anak yang terpengaruh dan lebih suka membawakan lagu orang dewasa, yang tentu tak sesuai dengan anak seumuran mereka, di jagat musik pop Bali masih terus bermunculan upaya untuk mewadahi kreativitas anak-anak dalam bidang tarik suara.

Salah satu upaya tersebut ditunjukkan Prema Studio, yang belum lama melepas album lagu pop Bali anak-anak “Ea Eo”. Lagu yang langsung digarap ke dalam bentuk video klip, diedarkan dalam format VCD. Tiga bocah berbakat diangkat melalui album ini, yakni Lingga, Indira, dan Nando, yang “dibaptis” menjadi Triolin.

Walau baru pertama kali rekaman dan merilis album, tiga sekawan ini sudah tak asing dengan urusan tarik suara. Ketiganya sering mengikuti lomba di berbagai ajang lomba mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten atau kota. Lantaran sering bertemu di kompetisi itulah, orangtua masing-masing menjadi sangat akrab. Menyadari potensi putra-putri mereka, tercetuslah ide dari Wayan Dapet, ayah Lingga yang mengusulkan untuk membuat rekaman.

Menurut Ari Ariama, musisi juga penyanyi lagu pop Bali yang bertindak sebagai penata musik, mewujudkan album “Ea Eo” tidak semudah membalik tangan. “Berkat kesabaran dan ketekunan dari masing-masing pihak juga motivasi orangtua mereka akhirnya album ini bisa terselesaikan. Yang menarik, album ini sekaligus sebagai hadiah dari Triolin saat pelepasan di kelas VI. Kebetulan di album ini ada lagu Suksma Angga Guru, sebagai bentuk ucapan terima kasih, dan sebagai persembahan bagi guru mereka di sekolah,” jelas Ari Ariama.

Selain lagu “Sekadi Bintang” dan “Layang-layang” yang diciptakan Ari Ariama, delapan lagu lain dari album “Ea Eo” diciptakan oleh Wayan Dapet, seperti lagu “Adan Panak Uban”, “Macecimpedan”, dan “Nyujuh Bulan”. Dengan rampung dan beredarnya album “Ea Eo”, orangtua ketiga personel Triolin yang juga bertindak sebagai produser, berharap pemunculan Triokin dapat menambah semaraknya lagu pop Bali anak-anak. Selain mendukung pembelajaran bahasa Bali di sekolah-sekolah, karena sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali, dalam kurikulum sekolah 2013, bahasa daerah Bali masuk dalam muatan lokal yakni seni budaya dan keterampilan. *adn