Ada yang Beda di “Ogoh-ogoh” Joni Agung

JAT
Joni Agung & Double T

MENJELANG Hari Raya Nyepi yang tinggal hitungan hari, grup band reggae Joni Agung & Double T merilis karya baru, satu lagu yang diberi judul “Ogoh-Ogoh”. Meskipun lagu tentang Ogoh-ogoh sudah beberapa kali diangkat ke dalam lagu, tentu ada yang berbeda dengan yang dinyanyikan Joni Agung, yang dikenal sebagai pelopor lagu reggae berbahasa Bali.

“Yang membedakan jelas.kita rilis paling baru gress. Kami cuma bermain di enam kalimat dalam satu lagu. Lagu ini saya dedikasikan untuk seluruh masyarakat semeton sinamian yang suka ogoh-ogoh. Pesan dalam lagu ini, bagaimana kita bisa bersatu menghasilkan sebuah karya seni berupa ogoh-ogoh, Ini bisa menjadi jembatan untuk para pemuda untuk bersatu,” jelas Gung Joni, sang vokalis.

Dikatakan, rilis lagu “Ogoh-ogoh” juga sebagai upaya Joni Agung & Double T untuk tetap berkarya dan menyesuaikan dengan perkembangan industri musik secara distribusi. Pun, sebagai upaya tetap update dan selalu ada karya baru yang ditampilkan untuk penggemar. Di lagu ini pula, Joni Agung memainkan reggae yang dikomposisikan dengan nuansa etnik Bali seperti gamelan bebatelan, dan kecak. Untuk proses rekaan, kolaborasi melibatkan sekehe gamelan dari komunitas Semut Selem (Semeton Lembeng), desa Lembeng, Gianyar. Sedangkan penggarapan video kilo melibatkan berbagai elemen masyarakat, seperti Semeton Nagi Sukawati, Semeton Mager Br. Tegeha Batubulan Gianyar, Gad Gad Organik, STT. Acarya Perkasa, dan ST. Bakti Karya Br. Panca Jaya Pupuan Mengwitani.

“Kolaborasi, kebersamaan dan tetap menjadi Bali adalah sebuah identitas resmi kami walaupun mengusung musik irama Afrika Jamaica agar kami tidak kehilangan roh identitas, yang syukurnya sampai saat ini berbagai komunitas sangat bersuka ria ikut mendukung dan menyukai karya kami. Kami bersyukur, namun kami juga harus memberikan unsur edukasi sosial budaya yang selalu dapat kira dijadikan pegangan bersama,” harap Gung Joni.

Selain dipublikasikan melali channel Youtube, lagu “Ogoh-ogoh” juga disebarkan ke dalam format digital melalui online music store seperti : I Tunes, Spotify, dan Dezeer. (231)

About the author