Menunggu Jawara Anugerah Musik Bali 2019

PialaMALAM puncak gelaran Anugerah Musik Bali (AMB) 2019 kian dekat. Beberapa hari lagi, acara yang memberikan penghargaan untuk karya musisi Bali ini akan dihelat di gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar. Selain idealisme dari penyelenggara untuk menyemangati sekaligus mengumpulkan, menyatukan musisi Bali dari lintas genre, ada  yang menarik, yakni untuk pertama kali akan ada sesi red carpet bagi para insan musik di Bali, sebelum acara penganugerahan dimulai.

Menurut Gede Bagus, salah satu inisiator acara, red carpet menjadi semacam bentuk penghargaan, apresiasi kami bagi para undangan khususnya insan musik di Bali, baik dari penyanyi lagu berbahasa Bali maupun non bahasa Bali. Jadi nanti mereka akan ada sesi melewati karpet merah lalu berfoto di depan latar acara yang sudah disiapkan.

Karena itu, bisa dipastikan seremonial penyerahan piala yang didesain khusus akan dihadiri ratusan musisi dan penyanyi dari berbagai generasi. Kehadiran mereka juga tak hanyauntuk menyaksikan keberhasilan rekan-rekan yang sudah menghasilkan karya selama setahun terakhir, namun juga diharapkan terinspirasi, terdorong untuk berkarya lagi.

Terlepas dari hal tersebut, tentu tak kalah menarik membahas siapa gerangan yang akan memboyong trofi dari 19 kategori yang disiapkan oleh Komite yang beranggotakan Made Adnyana, Gede Bagus, Dani Chaniago, Wibi Nugraha, dan Putera Mahardika. Menyaring hanya 5-6 unggulan per kategori, dari ratusan lagu yang yang beredar dalam kurun waktu setahun (periode 1 Desember 2017 hingga 30 November 2018) tentu bukan hal mudah. Apalagi AMB digadang-gadang sebagai acara yang tak hanya asal memberi penghargaan atau berdasarkan popularitas semata. Ada berbagai pertimbangan dari Komite dengan sejumlah parameter penilaian, untuk menetapkan sejumlah nominator. Para unggulan yang sudah diumumkan sejak tiga minggu lalu ini bersaing ketat untuk mendapatkan predikat terbaik maupun terfavorit.

Satu fakta menarik, baik di jajaran lagu pop Bali maupun lagu non bahasa Bali, pemunculan wajah-wajah baru mampu mencuri banyak perhatian. Bahkan sebagian di antaranya mampu mensejajarkan diri dengan para “senior” mereka yang sudah jauh lebih lama merilis rekaman. Di kancah lagu berbahasa Bali misalnya, nama-nama “baru” seperti Lebri Partami, D’Go Vaspa bersaing ketat dengan “jawara” lawas lagu Bali seperti Widi Widiana, Dek Ulik, Ayu Saraswati, Agung Wiradana. Bahkan D’Go Vaspa tak hanya masuk unggulan di beberapa kategori sebagai penyanyi, namun juga pencipta lagu. Bisa dipahami, setahun terakhir cukup banyak lagunya yang dibawakan penyanyi dan band lain.

Begitu pula di jajaran band lagu berbahasa Bali, ada catatan menarik dengan majunya nama-nama dari ujung barat pulau Bali, Jembrana. Dari sejumlah band dan penyanyi dari bumi makepung ini, setidaknya tiga nama yakni Made Gimbal, Mr. Rayen, dan Exokadal dengan ciri khas masing-masing, maju sebagai unggulan band lagu berbahasa Bali terbaik. “Invasi” musisi dari Jembrana ini, menyusul kekuatan Buleleng yang sudah terlebih dahulu meramaikan blantika musik Bali.

Dibandingkan dengan lagu berbahasa Bali, untuk band yang membawakan lagu berbahasa Indonesia atau Inggris, relatif masih lebih banyak “dikuasai” band-band lawas. Setidaknya band baru yang personelnya adalah musisi-musisi lawas. Di Kategori ini, Nama seperti Navicula, Superman Is Dead, The Hydrant, bersaing kuat dengan band bentukan Lapas Kerobokan, Antrabez, juga Supersoda, dan Marapu. Di antara mereka, menarik juga munculnya duo Alien Child yang banyak mencuri perhatian dengan kreativitas dan gaya bermusik mereka yang terbilang fresh untuk musik di Bali.

Siapa yang akan menjadi jawara Anugerah Musik Bali 2019? Mari kita ikuti dan tunggu 18 Februari mendatang. (231)

NOMINASI ANUGERAH MUSIK BALI 2019

Album Lagu Berbahasa Bali Terbaik : Gelandangan – Made Gimbal  /  Suba Kadong Belus – Exokadal / Cinta dan kasih Sayang – Joni Agung & Double T / Demi I Luh – Mr. Rayen / Mertha Hyang Tohlangkir – Bali Kumara Gen. 6 / Move On – Galuh Bilen

Duo/Grup/Band Berbahasa Bali Terbaik : Jun Bintang feat. Lebri   – Kangen / Widi Widiana feat. Dek Ulik -Kudiang Jani / Harmonia feat Rusmina Dewi – Sehidup Semati / Joni Agung & Double T – Cinta dan kasih Sayang / Made Gimbal – Gelandangan / Rocktober feat Tika Pagraky  – Rindu

Penyanyi Solo Berbahasa Bali Terbaik : Ayu Saraswati – Siwaratri / Dek Ulik – Soleh / D’Go Vaspa – Ketut dalam Proses / Lebri Partami – Tresna Emosi, Sadar / Widi Widiana – Ehmmm

Musik Kontemporer Terbaik : Gus Teja – Permata dari Langit / Gung Harley -Waktu / Balawan – Bali Gamelan Orchestra / Krontjong Jancuk – Mengkeb, Majangeran / Emoni feat Aila – Mamaca

Penyanyi Anak Terbaik ; Michelia Chika Cempaka -Seneng Dados Nak Bali / Mang Arta – Sa Dua Telu / Kania Indira – Mertha Hyang Tohlangkir / Andrew Barret – Midnight Man / Nadia Nevita – Tresna Nak Sekolah

Band Rock Terbaik : Navicula – EarthShip / Superman Is Dead – Tiga Perombak Senja / The Djihard – Burn and Chaos / White Swan – Bow Surfer / The Hydrant – Whiskey Warrior

Duo/Grup/Band Terbaik : Alien Child – Takeoff / Antrabez – No Limit / Dialog Dini Hari – Sediakala / Marapu – Won’t Be Fooled / Supersoda – Supersoda

Penyanyi Solo Terbaik : Anggis Devaki – Cinta Terbalas Nanti/ Bobidinar – Reborn/ Made Mawut – Setan Kredit / Puspa Dewi – Hari yang Baik / Gede Robi – Biarlah Terjadi / Dewa Sugama – Saat Kau Mendua

Pendatang Baru Terbaik: Alien Child – Takeoff / Soul and Kith – Dream Away / The Eastbay – Wanita Jalangku / Naya – Pertama Ketemu / Kosong Satu – Kabarin

Album Terbaik : Alien Child – Takeoff / Antrabez – No Limit / Marapu – Won’t Be Fooled / Navicula – EarthShip / Superman Is Dead – Tiga Perombak Senja / Supersoda – Supersoda

Lagu Berbahasa Bali Terbaik : Ketut dalam Proses – Penyanyi: D’Go Vaspa, Pencipta :  D’Go Vaspa / Sehidup Semati – Penyanyi: Harmonia feat Rusmina Dewi, Pencipta : Dewa Krisna & Rusmina / Genjek SNI – Penyanyi: Joni Agung & Double T, Pencipta : Gung Joni / Kangen – Penyanyi: Jun Bintang feat.  Lebri Partami, Pencipta : D’Go Vaspa/ Rindu – Penyanyi: Rocktober feat. Tika Pragraky, Pencipta : Wira Krisna / Kudiang Jani – Penyanyi: Widi Widiana feat. Dek Ulik, Pencipta : Tika Pagraky

Lagu Berbahasa Bali Terfavorit : Sehidup Semati – Harmonia feat. Rusmina Dewi / Saling Gisi – Raka Sidan & Ocha Putri / Gelandangan – Made Gimbal / Jomblo Bahagia -  Yessy Diana / Kudiang Jani – Widi Widiana & Dek Ulik

Lagu Terbaik : Your Love – Penyanyi : Alien Child, Pencipta : Laras Maranda / Indonesia – Penyanyi : Antrabez, Comporser : Octav Sicilia / Glow – Penyanyi : Day After The Rain, Pencipta : Day After The Rain / Politician – Penyanyi : Marapu, Pencipta : Arnaud Pascal Mariani / Ibu- Penyanyi : Navicula, Pencipta : Gede Robi / Batas Cahaya – Penyanyi : Superman Is Dead, Pencipta : Bobby Cool, JRX

Lagu Terfavorit : Your Love – Alien Child / Indonesia – Antrabez / Ibu – Navicula / Batas Cahaya – Superman Is Dead  / Burn and Chaos – The Djihard / Cinta Terbalas Nanti – Anggis Devaki

Video Music of The Year : Setan Kredit – Penyanyi :  Made Mawut, Sutradara :  Hadhi Kusuma, PH : Lian Line Film / Hutang – Penyanyi : The Dissland, Sutradara : Bismantara, PH : Saksi Bisu Film / Ibu – Penyanyi : Navicula,  Sutradara :  Ayu Pamungkas, PH : Silur Barong / Try To Live – Penyanyi : Blackened, Sutradara : Andy Duarsa, PH : Andy Duarsa / Indonesia – Penyanyi : Antrabez, Sutradara : Erick EST, PH : Est. Movie.