Nyanyikan “Jalan Jumunin”, Budiarta makin Pede

Budiarta

Budiarta

SATU lagi musisi sekaligus penyanyi potensial dari Buleleng unjuk kebolehan. Namanya sederhana saja, Budiarta. Namun ketertarikan di musik dan keinginannya untuk meramaikan blantika musik Bali tentu tak sesederhana itu. Didukung sesama musisi Buleleng yang terlebih dulu berkarya, Ighorrad, akhirnya Budiarta menemukan jalan berkarier. Satu lagu berjudul “Jalan Jumunin” belum lama ini sudah diperkenalkan ke publik. Respon bagus untuk lagu ini, membuatnya makin pede, percaya diri untuk terus bermusik.

“Dari sekian karya Ighorrad, yang pertama kali menarik hati saya ya lagu ini. Saya merasa percaya diri karena sudah bisa menjiwai lagu ini dan yakin mampu menerjemahkan cerita yang ingin disampaikan penciptanya,” tuturnya kepada mybalimusic.com.

Pria kelahiran 1995 ini mengaku keterlibatannya di musik bisa dibilang semua berawal dari iseng-iseng. Adalah musisi Ghopal Nandana yang mengajaknya rekaman. Namun dari iseng itulah, lama kelamaan, apalagi setelah bertemu dengan banyak orang yang memberi dukungan dan mengapresiasi karyanya, Budiarta pun sudah berani berencana untuk jangka panjang. Bahkan ia sudah berencana mempersiapkan mini album.

“Namun saat ini saya fokus untuk menyelesaikan project lagu yang cerita terkait, di mana single perdana sampai single ketiga memiliki satu kesatuan kisah cerita yang saya rencanakan bersama Ighorrad, dengan judul yang huruf depannya sama, yakni 3J. Jalan jumunin, Janji, Jjaga Hati Jaga Tresna. Saat ini aransemen untuk “Janji”, lagu kedua, sudah dipersiapkan oleh Ghopal Nandana. Direncanakan, dua bulan ke depan lagu ini sudah siap dirilis, ,” jelas Budiarta.

Kiprah Budiarta di music bermula sejak 6 tahun silam, ketika ia diajak bergabung oleh salah satu pemain electone untuk mengisi acara -acara seperti resepsi pernikahan, ulang tahun dan lainnya. Dari sini, ia kemudian tertari bergabung dengan Sidejob, salah satu band lokal dari Seririt. Hanya karena kesibukan dan sulin mengatur waktu dengan pekerjaan, Budiarta memutuskan keluar dari  band. Berikutnya, ia sempat mencoba merambah dunia MC yang pernah ditekuninya di masa SMA.

Mungkin karena bernyanyi seperti sudah menjadi tuntutan hati, setelah lama vakum dari aktivitas tarik suara akhirnya ia mulai lagi berani mengambil job nyanyi di beberapa even. Pertemuan dengan Ghopal Nandana mengantarkannya ke dapur rekaman. Apalagi ada dengan dukungan lagu dari Ighorrad, membuat Budiarta bersemangat, memberanikan diri untuk mencoba hal lebih dalam bermusik. (231)