#Akebuleleng ”Semangat Berkarya” Menuju Album 2

Akebuleleng
#Akebuleleng

BAND ‘para musisi’ dari Singaraja, #Akebuleleng merilis karya baru lagi. Satu lagu berjudul “Semangat Berkarya” sudah mulai diperdengarkan kemana-mana. “Semoga lagu ini juga memberi energi positif danbisa menggugah semangat teman-teman musisi untuk terus berkarya,” harap Gde Kurniawan, pencipta lagu sekaligus salah satu pentolan #Akebuleleng.

Menutut Gde, “Semangat Berkarya” diciptakan awal 2019 untuk melengkapi materi album ke-2  #Akebuleleng nantinya. Secara umum lagu ini ingin menyampaikan pesan kepada para musisi agar tidak pernah lelah untuk membuat karya-karya baru, karya kreatif. Musisi manapun, apapun genre musiknya, tanpa ada batasan, pokoknya harus tetap berkarya.

Semangat Berkarya juga sekaligus sebagai judul album ke-2 #Akebuleleng nanti. Spirit lagu ini dituangkan ke lirik yang berbahasa indonesia yang lugas dan berulang, musik rock dengan beat yang tegas, tidak terlalu banyak aksen, easy listening. Video klip digarap bisa dibilang dadakan atas ide teman-teman karena momen yang bagus untuk merespon isu RUU musik yang lagi dibicarakan hangat kali ini,“ papar Gde Kurniawan.

Diceritakan, Chris Sadeva seorang videomaker dari Lovina yang tinggal di jakarta kebetulan  sedang pulang kampung ke Buleleng, mampir ke Demores untuk ngobrol dan ngopi. Secara spontan saja sore itu #Akebuleleng memutuskan untuk menggarap klip lagu Semangat Berkarya dibantu teman-teman  kreatif Buleleng yang saat itu juga sedang nongkrong di Demores.

Dibentuk 2015, #Akebuleleng baru mulai memperkenalkan karya mereka ke public awal 2017. Awalnya grup ini didukung tujuh personel, dengan komposisi tiga pemain musik — Budi Kurniawan (drum), Ngurah Noky  (bass), dan Gde Kurniawan (gitar) dan empat vokalis yang tampil secara bergantian, Yoga, Andik, Agus Adyatmika, dan Pande Unyil.  Namun saat ini #Akebuleleng hanya berlima, minus Yoga dan Andik. Nama #Akebuleleng dipilih karena memberi inspirasi satu kata satu daerah dengan rasa kebanggaan. Meskipun kata ‘Ake’ bagi sebahian besar masyarakat Bali terkesan agak kasar, namun bagi orang Buleleng, sebutan Ake menunjukkan makna kedekatan antar satu dengan yang lainnya. (231)

About the author