“Ratu Tuan”, Ungkapan Syukur Tu Edi Renon

tu Edi

Tu Edi Renon

TU EDI Renon kembali merilis lagu baru. Jika sebelumnya pria yang sempat nge-band ini menyanyikan lagu bertema cinta, kali ini ia beralih ke lagu bernuansa spiritual. Satu lagu berjudul “Ratu Tuan” diciptakannya sebagai pujian, ungkapan syukur kepada Tuhan sang pencipta.

“Umumnya masyarakat Bali terutama di kawasan Sanur dan Renon, kalau mendengar nama Ratu Tuan, tak lepas dari kesan sakral dan mistis. Namun untuk lagu yang saya nyanyikan ini arahnya bukan ke sana, tapi sebagai simbolik, ungkapan sembah bakti kepada Tuhan,” jelas Tu Edi kepada wartawan dan undangan saat memperkenalkan lagu “Ratu Tuan” di salah satu rumah makan di Renon, Rabu (5/12).

Dijelaskan, ide untuk mengangkat tema “Ratu Tuan” yang tak lepas dari tradisi Baris Cina dan gong beri, muncul begitu saja. Lebih dari setahun lalu, dalam satu perjalanan, Tu Edi seperti mendapat nada-nada yang pas untuk dimainkan. Entah kenapa, nada itu begitu kuat melekat dalam benaknya. Ia pun mencoba mereka-reka lagunya, kemudian memperdengarkan kepada ayah dan ibunya. Sang ayah sangat suka dan memberi komentar sangat positif.

“Jadi lagu yang baru bisa saya kerjakan rekamannya ini, juga sebagai persembahan untuk almarhum Bapak yang meninggal dunia belum lama ini,” tambah Tu Edi.

Untuk merampungkan lagu “Ratu Tuan”, Tu Edi didukung Jiggo dari Palawara Music sebagai  penata musik dan rekaman. Dikatakan, awalnya Jiggo sempat ragu dan merasa tak sanggup mengerjakan project ini. Namun setelah beberapa kali diyakinkan, Jiggo akhirnya mau. Malah terjadi komunikasi yang intens untuk mematangkan garapan musiknya. Termasuk keputusan mengganti pukulan drum sepanjang lagu dengan permainan tambur yang dirasakan nuansanya lebih pas dan memperkuat penyampaian tema lagu.

Entah kebetulan atau memang sudah jodohnya, untuk penggarapan video klip yang ditangani Taru Bali, Tu Edi mendapatkan momentum yang sangat tepat, ketika digelar upacara mejaya jaya lan pasupati pratima Ida Ratu Tuan di Pura Baris Cina di Renon belum lama ini. Dengan begitu, selain nuansa spiritual kuat, isi lagu terwakilkan lewat gambar-gambar dalam video klip, sehingga korelasi yang kuat tercipta adanya.

Meskipun sekali ini merilis lagu bernuansa spiritual, Tu Edi membantah seterusnya akan beralih ke lagu-lagu sejenis. “Bagi saya genre apa pun, baik pop, reggae, lagu spiritual, tetap akan saya lakoni. Mungkin saja setelah ini saya akan nyanyi lagu bertema cinta lagi, atau kalau ada ide menggarap lagu spiritual lagi, kenapa tidak?”kilahnya.

Satu hal yang jelas kalau untuk lagu seperti Ratu Tuan, Tu Edi mengatakan sangat mempertimbangkan masukan untuk mempertimbangkan tempat dan situasi jika ada yang meminta menyanyikannya. “Ya tentu tidak akan pas misalnya saat saya tampil di kafe ada yang me-request lagu ini. Nanti malah aneh dan ngga nyampai pesannya,” demikian Tu Edi.

Penyanyi bernama lengkap Putu Ediawan ini mengaku sudah mulai tertarik dengan lagu Bali sejak masih duduk di bangku SD. Penyanyi pop Bali seperti Widi Widiana dan Panji Kuning menjadi favoritnya. Lantaran itu pula, Tu Edi suka mencoba belajar secara mandiri, menyanyi dan olah vokal. Di bawah bendera Kencana Pro pimpinan Ary Kencana, ia sempat merilis sejumlah lagu seperti “Sing Butuh Adi”. Selain menyanyi, ia juga menciptakan sejumlah lagu pop Bali yang ia gunakan sendiri karena kecintaannya terhadap lagu Bali itu sendiri. Sa;ah satunya “Lagu Baru” yang dirilis awal 2018.

Bagi pria yang sehari-harinya bekerja di salah satu hotel di kawasan Seminyak ini, menyanyi adalah hobi terindah dalam hidupnya sejak dulu, dan masih setia ia geluti hingga saat ini. Alasannya karena lewat nyanyian, ia dapat bertemu, berbagi dan belajar dengan siapa pun dan kapan pun. “Tentunya saya berharap tetap bisa berkarya dan lagu yang saya bawakan diterima oleh masyarakat luas khususnya di Bali, serta membawa harum nama keluarga. Tanpa restu orang tua dan keluarga, saya bukanlah apa apa,” tandasnya. (231)

2tu Edi

Tu Edi Renon