Pentas Seni Budaya Berbalut Kemegahan

BK1

Kaniya Indira menyanyikan lagu “Merta Ida Hyang Tohlangkir”

PELUNCURAN album lagu Bali anak-anak Bali Kumara generasi ke-6 “Merta Ida Hyang Giri Tohlangkir” di Gedung Natya Mandala, ISI Denpasar, Sabtu (24/11) malam berlangsung meriah. Acara pementasan terbilang kolosal, tak hanya melibatkan 20 penyanyi anak-anak dan remaja, namun juga puluhan penari latar. Inilah pentas seni budaya berbalut kemegahan yang mengundang kekaguman penonton.

Sejatinya, Sanggar Cressendo yang melahirkan dan mendidik penyanyi anak-anak tersebut, terakhir melepas album Bali Kumara Gen. 4 setahun silam. Jadi selayaknya yang muncul sekarang adalah generasi ke-5. Namun karena persiapan, satu dan lain hal, justru generasi ke-6 yang dinilai sudah lebih siap untuk segera diperkenalkan ke publik. Jadilah, mereka mendahului teman-teman generasi di atasnya.

“Untuk generasi ke-5 rencana akan kami luncurkan Desember nanti, dengan jumlah penyanyi yang lebih banyak lagi, sekitar 23 penyanyi,” ujar Komang Darmayuda, pimpinan Sanggar Cressendo.

Pentas Bali Kumara Gen. 6 yang diproduseri musisi sekaligus penyanyi pop Bali kawakan, Yong Sagita, juga menampilkan dua bintang tamu dari Bali Kumara generasi ke-2, Anggis Devaki dan Nadia. Jika dibandingkan dengan album Bali Kumara generasi sebelumnya, warna musik dan tema di album Bali Kumara generasi ke-6 terasa lebih beragam. Ini tak lepas dari keterlibatan pencipta lagu yang punya karakter masing-masing seperti Komang Raka, Komang Darmayuda, Gus Saka, juga Alit Jatendra. Pun sentuhan aransemen musik yang beragam dari Dek Artha, Dewa Sujana, Komang Raka, dan Lukita Wiweka.

Masing-masing penyanyi juga tak hanya menampilkan kemampuan berolah vokal yang pantas diacungi jempol, namun juga “bersaing” menampilkan pentas dengan koreografi yang maksimal.

Album Bali Kumara Gen. 6, judul “Merta Ida Hyang Tohlangkir” menampikan penyanyi dan lagu yakni Kaniya Indira (Merta Ida Hyang Tohlangkir), Anindya Putri (Tatwaninng Nusa Dua), Mawar Pradnya  (Bisma Satyaning Gumi), Gung Yeis (Bali Kertha Budaya), Gayatri Pradnyaswari (Pura Sakenan), Dema (Mapelesiran), Rena (Pertiwi Gelah Jak Makejang), Rieshdya Iswara (Budal ke Desa), Chesta Andindya (Suecan Ida Sujati), Ayu Jessika (Candidasa), Yoni (Tri Dhatu Maha Suci), Nayaka Putri (Sekadi Bintang), Tatiana (Kidang Emas), Astiti (Garuda Wisnu), Gek Yuni (Segara Purnama), Gek Ayu (Satria Abimanyu), AA Sri Mulya Raya (Tresna Asih Bersama), Cok Istri Nandya (Rahina Nyepi), Renita (Pancasila Jaya Sakti), dan Gek Ara (Masedana Punia). (231)

BK2