Meriahnya Kompetisi Musik di Dalam Lapas

Lap2

Grup band Injeksi dari Rumah Tahanan Negara kelas II B Bangli

SABTU (24/11) pagi hingga sore, suasana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Kerobokan, Badung, terasa berbeda dari biasanya. Seketika ada kemeriahan dan suasana gembira. Ini tak lain karena untuk pertama kalinya, Lapas Kerobokan menggelar kompetisi musik yang dikemas dalam acara bertajuk “Bali Prison Music Festival 2018”. Pesertanya adalah band yang beranggotakan warga binaan dari Lapas di berbagai daerah d Bali.

Sebanyak 13 peserta ambil bagian dalam acara ini, yakni Lapas Kelas II A Kerobokan, Lapas Kelas IIA Bangli, Lapas Tabanan, Lapas Kelas II B Karangasem, Rumah Tahanan Negara Kelas II B  Bangli, Lapas Kelas II B- Singaraja, Rumah Tahanan Negara Kelas II B Negara, Rumah Tahanan – Klungkung.

Menjadi menarik, karena awalnya sebagian besar peserta hanya sekadar bisa bermusik, belum begitu berpengalaman. Begitu pula waktu latihan yang cukup singkat, namun tak mengurangi semangat peserta. Bahkan tak sedikit pula yang membawa supporter untuk menyemangati saat tampil. Peserta pun ada yang tampil apa adanya, ada juga yang penuh persiapan untuk menarik perhatian juri – Jrx “SID”, Octav “Antrabez”, Erik Est., Gung Anom, dan Made Adnyana.

Tiap peserta diberi kesempatan tampil dengan durasi 15 menit untuk membawakan satu lagu wajib yang diambil dari album ke-2 grup band Antrabez, dan dua lagu bebas. Tak sedikit pula band yang membawakan lagu ciptaan sendiri, baik berbahasa Bali, Indonesia, bahkan ada yang berbahasa Inggris. Sedangkan lagu Antrabez yang dibawakan oleh hampir seluruh peserta adalah “Syukuri Ujianmu”.

“Mungkin lagu ini yang paling mengena, sesuai dengan psikologis mereka saat ini,” komentar Jrx, salah satu juri.

Dengan berpegang pada kriteria penilaian dan setelah mempertimbangkan beberapa hal, dewan juri akhirnya menetapkan Juara I adalah grup band Injeksi dari Rutan Negara kelas II B Bangli, Juara II grup band More Femme dari Lapas Wanita kelas II A Kerobokan, dan juara III grup band Jer Best dari Lapas Tabanan.

“Semoga acara ini akan berlangsung setiap tahun dan bertumbuh dengan seni sebagai akarnya, sehingga talenta-talenta yang ada di setiap Lapas dapat dikenal dan mampu merambah ke dunia professional,” harap Tony Nainggolan, Kepala Lapas Kelas II A Kerobokan. Bahkan di akhir acara usai penyerahan hadiah kepada para juara, ia mengajak semua meneriakkan “Bali Prison Music Festival, Harus Dilanjutkan”.

Menurut Made Adnyana, juri lainnya, “Bali Prison Music Festival menjadi menarik bukan semata karena diadakan di dalam LP, dan pesertanya adalah warga binaan, juga bukan semata ajang untuk unjuk bakat dalam bermusik layaknya festival atau kompetisi musik lain. “Lebih dari itu, ini adalah misi kemanusiaan yang memberi kesempatan warga binaan untuk tetap menyalurkan minat dan bakat serta membuktikan mereka juga tetap “manusia yang sama” seperti kita, membutuhkan rekreasi untuk tetap menyemangati jiwa-jiwa yang sementara terbelenggu di balik tembok lapas,” tandasnya. (231)

Lap1

Grup More Femme dari Lapas Wanita kelas II A Kerobokan