Kecil-kecil Sudah Bilang “Seneng Dados Nak Bali”

Chik1

Ni Made Michelia Chika Cempaka Putri Subratha

PROGRAM Gubernur Bali untuk melestarikan budaya dengan hari berbusana adat dan berbahasa Bali, ternyata sejalan dengan gebrakan awal penyanyi anak-anak, Chika. Meski tanpa disengaja, lewat lagunya, “Seneng Dados Nak Bali”, Chika mengungkapkan kebanggaannya sebagai orang Bali yang berbahasa, berpakaian, dan berbudaya Bali. Lewat lagu ini, ada keinginan menanamkan sejak dini kepada anak-anak, kecintaan terhadap tanah leluhur, adat dan budaya Bali.

Di sela-sela peluncuran single perdananya tersebut, Chika yang baru berumur 7 tahun mengaku memang senang menyanyi dan rekaman. Kalau ia muncul dengan lagu berbahasa Bali, bukan lagu berbahasa Indonesia atau berbahasa Inggris, tentu bukan semata karena ia anak Bali, karena ada alasan kuat lainnya. “Karena belum bisa berbahasa Inggris,” jawabnya polos.

Jika kemudian siswi kelas I SD Saraswati 3 Denpasar ini dapat membawakan “Seneng Dados Nak Bali” dengan mudah dan lancar, tak lepas dari peran Komang Raka sebagai pencipta lagu. Ketika pertama kali Chika diajak bertemu, maestro pencipta lagu Bali ini tidak serta merta menyodorkan satu lagu. “Saya lihat dari vokalnya dulu, karakternya seperti apa. Begitu juga kemampuan menyanyinya bagaimana, apakah sudah mahir, sudah bisa tapi masih biasa, atau mungkin belum ada pengalaman. Dari sana baru kemudian bisa dibuatkan lagu yang pas atau sesuai. Nah, kalau untuk Chika, lagu Seneng Dados Nak Bali, saya garapnya tidak sampai satu jam,” tutur Mang Raka.

Pemunculan bocah bernama lengkap Ni Made Michelia Chika Cempaka Putri Subratha menambah panjang deretan penyanyi anak-anak yang merekam lagu berbahasa Bali belakangan ini. Made Subratha sebagai ayah sekaligus produser rekaman Chika menceritakan, niat untuk rekaman bermula saat menghadiri dan menyaksikan peluncuran album Bali Kumara generasi ke-3. Ketika itu Chika tampak sangat antusias, bahkan setelahnya ia jadi suka menyanyi dan menirukan lagu-lagu Bali Kumara yang ditontonya melalui Youtube atau rekaman DVD.Bahkan Chika yang saat itu belum bisa membaca, sudah mampu menghafal lirik beberapa lagu.

Meskipun memang senang dan berminat untuk menyanyi, ternyata dalam prosesnya tak selalu mudah dan mulus. Apalagi namanya anak-anak, harus betul-betul sabar dan memahami mood-nya. Bahkan ada saatnya putri dari pasangan I Made Subratha dan Primantari Wirya Astuti ini ngambek, tidak mau menyanyi padahal sudah siap direkam. Terpaksa sang ibu “membujuk” dengan janji akan diajak jalan-jalan, barulah Chika mau semangat meneruskan rekaman.

Hal serupa juga terjadi saat penggarapan video klip. Yasa Sega sebagai videographer merasakan bagaimana ketika saat suting di salah satu sanggar tabuh, Chika shock dan tidak mau melakukan apa pun, setelah melihat ternyata di sanggar itu semuanya anak-anak laki. Terpaksa suting dipindahkan ke tempat lain. “Satu hal yang tak saya duga, ternyata Chika dengan mudah bisa menirukan gerakan tari Bali, padahal sebelumnya ia tidak ada kemampuan dasar menari,” ungkap Yasa.

Setelah seluruh proses rekaman dan pembuatan video klip rampung, ternyata giliran Chika yang ketagihan ingin rekaman lagi. “Kaget juga, dia sudah nanya kapan mau rekaman lagi lagu lainnya. Ya nanti setelah ini akan kami pikirkan dan carikan lagu lain yang pas,” cerita Made Subratha, sang ayah.

chik3

Ni Made Michelia Chika Cempaka Putri Subratha

Pemunculan Chika di kancah rekaman lagu anak-anak berbahasa Bali memang tidak seketika atau sim salabim. Selama dua tahun terakhir, selain mendapat pelajaran vokal di bangku Taman Kanak-kanak dan di SD, Chika juga sempat mengasah kemampuan olah vokal dengan les pada guru vokal. Salah satu gurunya Gek Yuni D., penyanyi Bali yang belakangan banyak melatih vokal anak-anak di rumah. Selain itu dorongan dan dukungan dari teman-teman sesama penyanyi cilik termasuk yang sudah terlebih dahulu rekaman, kian menguatkan semangatnya untuk menyanyi. Hingga sejumlah ajang lomba atau kompetisi menyanyi pernah ia ikuti, sebelum sampai pada tahap rekaman “Seneng Dados Nak Bali”. (231)