Makin Mantap di Reggae, Soullast Rilis Album ke-2

Soul1
Soullast Band, dari kiri ke kanan: Dettu, Oka, Gung Jack, Edix, Tut De, dan Bagong

SETELAH mencoba mengumpulkan penggemar dengan album “Sol La Si Do” tahun lalu, grup band Soullast kian mantap menunjukkan eksistensinya di kancah musik Bali. Satu album rekaman berjudul “Teman SKAndung” mulai diperkenalkan ke publik. Di album ke-2 ini, Soullast makin mantap menempatkan diri di jalur musik reggae. Satu acara khusus menandai peluncuran album digelar di Denpasar, Sabtu (20/10).

Kepada awak media, personel Soullast mengelak kalau dikatakan pemunculan mereka dengan musik reggae karena sedang mengikuti trend. Ini karena sebagian besar personel band ini memang pemain reggae sebelum bergabung di Soullast. Misalnya saja ada yang merupakan eks pemain Lubdaka, juga D’ Guntur yang memang dikenal sering memainkan reggae.

Jika kemudian Soullast semangat mengeluarkan rekaman, bukan hanya single tapi langsung satu album yang memuat 10 lagu, menurut Dettu, keyboardist grup ini, kebetulan mereka semua sedang semangat berkarya da nada banyak ide yang ingin dituangkan ke dalam lagu. Karenanya semua digeber ke dalam album yang selain dirilis dalam format CD audio juga melalui platform musik seperti Spotify maupun Joox.

Selain dua lagu berbahasa Bali, “Lulalilu” dan “Jaje Uli”, lagu lain di album ke-2 Soullast menggunakan lirik berbahasa Indonesia. Sebut misalnya “Mentari”, “Danska Reggae”, “I Love You So”, “Bumi Menangis”, “Jangan Lupa Bahagia”, “Indah Pada Waktunya”, “Kacau Balau” dan “Teman SKAndung” yang dipilih sebagai judul lagu. Beberapa lagu sudah dirilis sebagai single dalam kurun waktu setahun terakhir dan sudah ada video klipnya, seperti “Mentari”, “Teman SKAndung”, dan yang terakhir “I Love You So”.
Menariknya, lagu “Kacau Balau” yang merupakan singkatan dari kalimat “kemana-mana cari saudara, sampai ke seberang pulau” adalah lagu tema dari satu komunitas pertemanan dengan nama sama, Kacau Balau, yang berbasis di Palu, Sulawesi Tengah. Malah sedianya album Soullast juga diluncurkan di sana, namun karena terjadi bencana alam gempa bumi dan tsunami, rencana terpaksa batal. Satu lagu lagi, “Mentari” terpilih sebagai salah satu lagu yang akan mengisi album kompilasi nasional “Positive Vibration” yang digagas salah satu label di Jakarta.

Menurut Gung Jack, vokalis Soullast, awalnya pemunculan grup ini hanyalah iseng-iseng saja, bermula dari sering ngumpul dan bermusik bersama. Kebetulan masing-masing personel sudah pernah nge-band bersama, kemudian sempat terpisah dan aktif bersama band lain, dan akhirnya bertemu kembali.

“Kami memang berteman sejak dulu, sebelum masing-masing personel berumah tangga. Nama Soullast kami pilih berdasarkan kesepakatan, jiwa terakhir kami adalah musik reggae. Sebelumnya masing-masing dari kami pernah memainkan semua aliran musik mulai dari reggae, rock, pop, rock n’roll, bahkan ada keroncong,” jelas Gung Jack.

Sejak dibentuk 1 April 2017 di Denpasar, Soullast memang sempat mengalami pergantian personel, namun kini sudah mantap dengan formasi terakhir : Gung Jack (vokal), Bagong (gitar)m Dettu (keyboard), Oka (bass), Edix (drum), dan Tut De (perkusi). Soal nama Soullast, yang kalau diucapkan sepintas seperti bahasa Bali, solas yang berarti 11, tak hanya ditandai dengan angka 11 di logo band. Menariknya tiap adakan pertemuan atau latihan, mereka juga selalu berkumpul tepat pukul 11.

“Entah kenapa, tapi begitulah. Yang jelas kami berhatap penggemar musik reggae baik di Bali maupun daerah lain di Indonesia bisa menerima karya kami, sehningga kami pun tetap semangat untuk terus berkarya,” demikian Gung Jack. (231)

Soul2
Soullast meluncurkan album ke-2, “Teman SKAndung” di Denpasar, Sabtu (20/10)

 

About the author